Kemkomdigi menyalurkan tali asih kepada keluarga jurnalis yang hilang di Selat Sunda
Kemkomdigi menyampaikan tali asih kepada keluarga jurnalis yang masih menunggu kabar mengenai keberadaan rombongan yang hilang di Selat Sunda.

Kemkomdigi Salurkan Tali Asih kepada Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Jakarta, Harian Cakrawala — Pemerintah memberikan dukungan kepada keluarga lima jurnalis serta tiga awak dan pemandu kapal yang masih hilang kontak di Selat Sunda. Dukungan tersebut salah satunya berupa pemberian tali asih kepada keluarga yang masih menunggu kepastian.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Fifi Aleyda Yahya mewakili Menteri Komunikasi dan Digital untuk menyerahkan tali asih tersebut. Ia menyampaikannya kepada keluarga jurnalis iNews Yudistiro Pranoto di Sawangan, Rabu (23/9/2026).

Pemerintah Dampingi Keluarga Jurnalis Hilang

Fifi mengatakan pemerintah memahami beratnya masa penantian yang harus dihadapi keluarga. Karena itu, pemerintah ingin menunjukkan dukungan secara langsung selama keluarga menunggu perkembangan terbaru.

“Nilainya mungkin tidak dapat menggantikan apa pun, tetapi kami berharap dapat menjadi bentuk nyata bahwa keluarga tidak menghadapi situasi ini sendirian,” ujar Fifi Aleyda Yahya.

Selain memberikan dukungan kepada keluarga, pemerintah masih menantikan informasi baru mengenai keberadaan para jurnalis, awak, dan pemandu kapal tersebut.

Setiap perkembangan akan dikoordinasikan dengan pihak terkait. Pemerintah juga menyatakan akan menyampaikan informasi dengan hati-hati dan tetap memperhatikan kondisi keluarga.

iNews Apresiasi Dukungan Pemerintah

Head of News Gathering iNews Media Group, Lukman Hanafi, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang datang sejak awal peristiwa.

Menurut Lukman, sejumlah pihak ikut membantu, mulai dari Basarnas hingga pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya.

“Kami sangat mengucapkan terima kasih. Dari awal sebenarnya hubungan dari pemerintah sangat luar biasa,” ujar Lukman.

Lukman juga menanggapi informasi mengenai temuan salah satu awak dari rombongan yang hilang. Menurutnya, temuan tersebut dapat menjadi petunjuk untuk membuka kembali kemungkinan pencarian.

“Harapannya mudah-mudahan bisa dibuka lagi untuk dicari lagi. Siapa tahu masih ada kemungkinan-kemungkinan yang mungkin di luar prediksi,” katanya.

Keluarga Masih Menunggu Kepastian

Rhodiyah Nasution, istri Yudistiro Pranoto, juga mengapresiasi kehadiran pemerintah secara langsung. Ia mengatakan dukungan dari pemerintah dan rekan-rekan jurnalis sangat berarti bagi keluarga.

Menurut Rhodiyah, keluarga masih berharap pencarian dapat kembali memberikan petunjuk mengenai keberadaan suaminya dan anggota rombongan lainnya.

“Sebagai keluarga, besar banget harapan kami setelah adanya temuan ini akan ada upaya pencarian lanjutan, agar kami sebagai keluarga bisa mendapatkan kepastian yang terbaik dari suami kami,” ujar Rhodiyah.

Ia menjelaskan bahwa informasi mengenai temuan tersebut masih membutuhkan proses konfirmasi. Salah satunya melalui pemeriksaan DNA dari keluarga terkait.

Hasil konfirmasi yang datang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya menjadi perkembangan penting bagi keluarga. Namun, keluarga tetap menunggu kepastian dari proses tersebut.

Keselamatan Jurnalis Jadi Perhatian

Di tengah proses pencarian, pemerintah kembali menekankan pentingnya keselamatan jurnalis ketika menjalankan tugas. Hal ini terutama berlaku saat wartawan meliput bencana atau berada di lokasi dengan risiko tinggi.

Fifi mengatakan jurnalis berada di garis depan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, aspek keselamatan perlu mendapat perhatian dari pekerja media maupun pihak lain yang terlibat dalam situasi darurat.

Selain itu, pemerintah akan menjaga komunikasi dengan keluarga dan pihak terkait. Informasi yang disampaikan juga harus tetap akurat dan mempertimbangkan kondisi psikologis keluarga.

Keluarga Tetap Berdoa untuk Seluruh Rombongan

Sementara itu, keluarga Yudistiro memilih melanjutkan ikhtiar sambil menunggu perkembangan terbaru. Rhodiyah mengatakan keluarga akan menggelar doa bersama di kediaman Yudistiro.

Doa tersebut bukan hanya untuk suaminya. Keluarga juga mendoakan seluruh rombongan yang masih hilang di Selat Sunda.

“Tidak hanya suami saya, tapi keseluruhan dari rombongan yang hilang di Selat Sunda bisa segera mendapatkan kabar yang terbaik,” tuturnya.

Pemerintah, pihak media, dan keluarga masih menunggu perkembangan mengenai keberadaan rombongan tersebut. Dukungan kepada keluarga juga terus menjadi bagian penting selama proses penantian berlangsung.

Pos terkait