AI Mendorong Harga Komponen Teknologi Naik, Laptop dan Ponsel Ikut Terdampak

AI data center dengan server yang membutuhkan kapasitas memori tinggi
Ilustrasi pusat data AI dengan deretan server yang membutuhkan kapasitas memori dan penyimpanan besar untuk mendukung pemrosesan kecerdasan buatan.

AI Dorong Harga RAM Naik, Laptop dan Smartphone Ikut Terdampak

JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah cara masyarakat menggunakan teknologi. Kebutuhan besar industri AI juga ikut mendorong harga RAM naik karena pusat data membutuhkan memori dalam jumlah besar untuk menjalankan berbagai layanan dan model AI.

Kondisi tersebut mulai memberi tekanan pada pasar perangkat elektronik. Laptop, komputer pribadi (PC), dan smartphone ikut menghadapi kenaikan biaya komponen memori. Tren ini terjadi ketika perusahaan teknologi global terus memperluas infrastruktur data center untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI.

Mengapa Harga RAM Naik karena AI?

AI membutuhkan infrastruktur dengan kemampuan komputasi tinggi. Pusat data menjalankan server dalam jumlah besar untuk melatih dan menjalankan model AI. Server tersebut membutuhkan DRAM berkapasitas besar serta jenis memori khusus seperti High Bandwidth Memory (HBM).

Produsen chip memori kemudian mengalokasikan sebagian kapasitas produksinya untuk kebutuhan server dan HBM. Langkah tersebut membuat pasokan memori untuk pasar konsumen menjadi lebih terbatas.

TrendForce mencatat bahwa permintaan server AI terus menopang harga memori pada 2026. Pada kuartal ketiga 2026, harga kontrak DRAM konvensional diperkirakan naik 13–18 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Data TrendForce pada September juga menunjukkan bahwa produsen masih menghadapi keterbatasan kapasitas karena pergeseran produksi menuju memori untuk server dan AI. Kondisi tersebut membuat tekanan pasokan dapat berlanjut hingga 2027.

Harga RAM Naik, Pasar Laptop dan PC Ikut Tertekan

Dampak kenaikan harga memori tidak berhenti pada pasar komponen. Produsen laptop dan PC juga harus menghadapi biaya produksi yang lebih tinggi.

Produsen dapat menyesuaikan konfigurasi perangkat untuk mengendalikan biaya. Namun, kenaikan harga komponen tetap dapat memengaruhi harga jual atau spesifikasi perangkat yang tersedia di pasar.

Gartner memperkirakan kenaikan gabungan harga DRAM dan SSD dapat mencapai 130 persen pada akhir 2026 dibandingkan 2025. Lembaga tersebut juga memperkirakan harga PC dapat naik sekitar 17 persen dan smartphone sekitar 13 persen dalam periode yang sama.

Kondisi ini membuat konsumen perlu lebih cermat ketika memilih perangkat baru. Konsumen tidak hanya perlu melihat harga perangkat, tetapi juga memperhatikan kapasitas RAM, penyimpanan, prosesor, serta kebutuhan penggunaan dalam beberapa tahun ke depan.

Smartphone Juga Menghadapi Tekanan Harga Memori

Pasar smartphone turut merasakan dampak dari kenaikan biaya memori. Produsen ponsel membutuhkan DRAM untuk menjalankan sistem operasi, aplikasi, serta berbagai fitur berbasis AI pada perangkat.

TrendForce mencatat bahwa produsen memori masih mengalihkan kapasitas produksi ke kebutuhan server dan HBM. Kondisi tersebut ikut menopang harga mobile DRAM meskipun permintaan konsumen mulai menghadapi tekanan.

Reuters juga melaporkan bahwa sejumlah produsen smartphone dan laptop yang lebih kecil mulai menghadapi kelangkaan chip memori. Beberapa perusahaan bahkan menyiapkan strategi khusus untuk mengamankan pasokan hingga 2027.

Kenaikan biaya tersebut dapat membuat produsen melakukan berbagai penyesuaian. Mereka dapat mengubah spesifikasi, mencari pemasok alternatif, atau menaikkan harga perangkat agar biaya produksi tetap terkendali.

AI Membawa Dampak hingga Perangkat Konsumen

Perkembangan AI menunjukkan bahwa kebutuhan teknologi tidak hanya muncul dari perangkat yang digunakan masyarakat sehari-hari. Infrastruktur di belakang layanan tersebut juga membutuhkan sumber daya dalam jumlah besar.

Data center menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan AI. Perusahaan teknologi membutuhkan server, prosesor, GPU, RAM, penyimpanan, serta jaringan berkapasitas tinggi untuk menjalankan layanan tersebut.

J.P. Morgan Global Research menyebut pembangunan data center AI dan tingginya permintaan dari penyedia layanan cloud menyerap porsi besar kapasitas memori global. Kondisi tersebut menciptakan tekanan pada pasokan DRAM dan dapat berlangsung selama beberapa tahun.

Dengan demikian, harga RAM naik bukan hanya menjadi persoalan bagi pengguna yang ingin menambah kapasitas komputer. Perubahan tersebut juga dapat memengaruhi harga dan ketersediaan berbagai perangkat elektronik.

Konsumen Perlu Lebih Cermat Memilih Perangkat

Tekanan harga memori membuat konsumen perlu mempertimbangkan kebutuhan sebelum membeli laptop, PC, atau smartphone baru.

Bagi pengguna dengan kebutuhan ringan, membeli perangkat dengan spesifikasi yang terlalu tinggi mungkin tidak diperlukan. Sebaliknya, pengguna yang menjalankan aplikasi berat atau pekerjaan berbasis AI perlu memperhatikan kapasitas RAM dan penyimpanan agar perangkat dapat digunakan dalam jangka panjang.

Perkembangan harga komponen juga menunjukkan hubungan yang semakin erat antara industri AI dan perangkat konsumen. Ketika perusahaan teknologi meningkatkan pembangunan data center, kebutuhan terhadap komponen memori ikut bertambah.

Selama produsen masih menghadapi keterbatasan kapasitas, harga RAM naik dapat terus menjadi salah satu faktor yang memengaruhi biaya perangkat elektronik. Konsumen pun perlu mengikuti perkembangan harga komponen sebelum menentukan waktu dan spesifikasi perangkat yang akan dibeli.28

Pos terkait