Harian Cakrawala – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengikuti kegiatan pemantauan arus mudik Idulfitri 2026 yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) bersama para menteri terkait, Panglima TNI, Kapolri, serta perwakilan sejumlah lembaga. Kegiatan tersebut berlangsung di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.
Dalam kegiatan itu, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati hadir mewakili Kepala BNPB yang sedang melaksanakan rangkaian kunjungan lapangan di Provinsi Aceh.
Kegiatan diawali dengan peninjauan ke dalam kapal yang akan melakukan penyeberangan menuju Pelabuhan Bakauheni. Selanjutnya dilakukan rapat koordinasi antara pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan yang membahas kesiapan pelayanan serta sarana dan prasarana di Pelabuhan Merak.
Hal tersebut mengingat sebagian masyarakat telah mulai memasuki masa libur panjang dan melakukan perjalanan mudik ke Pulau Sumatra melalui Pelabuhan Merak. “Berdasarkan hasil rapat koordinasi tersebut, Pelabuhan Merak dinyatakan siap melayani masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik pada periode Idulfitri 2026,” kata Raditya Jati dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Minggu (15/3/2026)
Pihak pengelola pelabuhan telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, sementara kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah juga dilakukan melalui dukungan personel maupun peralatan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.
BNPB juga telah menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan keamanan serta mengurangi risiko dampak bencana selama periode mudik dan Lebaran. Salah satunya dengan mengedarkan Surat Edaran kepada gubernur, bupati, dan wali kota terkait Antisipasi Siaga Bencana pada Periode Mudik dan Lebaran 2026.
Selain itu, Kepala BNPB juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyiapkan personel serta peralatan, khususnya di titik-titik yang berpotensi rawan bencana.
BNPB juga akan menerjunkan tim di setiap provinsi yang diperkirakan mengalami mobilitas masyarakat yang tinggi selama periode mudik. Selain itu, operasi modifikasi cuaca akan dilakukan apabila diperlukan guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.





