Harian Cakrawala — Pemerintah mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor semikonduktor melalui kolaborasi internasional antara perguruan tinggi dan industri global. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara President University dan National Taiwan Normal University (NTNU).
Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kemenko Perekonomian, Elen Setiadi, mengatakan kerja sama tersebut bertujuan mengembangkan SDM di bidang semikonduktor digital sekaligus menjadi tahap awal penerapan kurikulum berbasis teknologi Taiwan di Indonesia.
“Penandatanganan ini merupakan langkah awal dalam pengembangan SDM semikonduktor, termasuk piloting kurikulum yang telah dikembangkan di Taiwan,” ujar Elen di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Selain itu, terdapat pula letter of intent dari Intel Corporation kepada Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC). Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan SDM dan kurikulum berbasis teknologi industri yang dapat diterapkan di dalam negeri.
Elen menjelaskan, President University dipilih sebagai mitra NTNU karena lokasinya yang strategis di kawasan industri Cikarang, yang disebut sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Kawasan tersebut mencakup tujuh area industri besar dengan ribuan pabrik dari puluhan negara.
Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat kesiapan Indonesia dalam mengejar ketertinggalan di sektor manufaktur semikonduktor. Upaya tersebut dimulai dari penguatan pendidikan guna mencetak tenaga kerja yang kompeten.
NTNU sendiri dikenal sebagai salah satu universitas unggulan di Taiwan dalam bidang semikonduktor, dengan dukungan industri kuat, termasuk dari TSMC, perusahaan semikonduktor terbesar di dunia.
“Dengan lokasi strategis dan kolaborasi ini, diharapkan Indonesia dapat membangun fondasi kuat di bidang semikonduktor melalui pengembangan SDM,” kata Elen.





