Inovasi Pelajar Batam dan Sidoarjo Raih Juara 1 EIC 2026 UBAYA

SMA Maitreyawira Batam Juara Ubaya EIC Kategori Prototipe Produk Inovasi

Harian Cakrawala – Tim pelajar dari SMA Maitreyawira Kota Batam dan SMA Negeri 3 Sidoarjo berhasil mengharumkan daerahnya setelah meraih Juara 1 pada Engineering Innovation Challenge (EIC) 2026. Tim MasDanielGanteng dari SMA Maitreyawira Batam keluar sebagai Juara 1 Kategori Prototype Produk Inovasi, sementara Tim Sahabat dari SMA Negeri 3 Sidoarjo menjadi Juara 1 Kategori Desain Visual Inovasi.

Kompetisi yang digelar Fakultas Teknik Universitas Surabaya (UBAYA) dalam rangka Lustrum ke-40 ini mengusung tema “Engineering for Sustainable Future” dan diikuti lebih dari 80 tim SMA/SMK/sederajat dari seluruh Indonesia. Setelah melalui babak penyisihan dan semifinal, 6 tim terbaik dari masing-masing kategori melaju ke babak final yang digelar pada Sabtu (19/7) di Atrium Hall Lantai LG, Pakuwon Trade Center (PTC), Surabaya. Para finalis mempresentasikan karya melalui sesi pitching di hadapan dewan juri, sekaligus memamerkan produk di area pameran terbuka untuk umum.

Pada Kategori Prototype Produk Inovasi, Tim MasDanielGanteng yang beranggotakan Eileen, Gabriella Geovanni, Joiscelyn, dan Veron Gabriella keluar sebagai juara dengan total nilai 261,70. Mereka mengungguli Be Start Light dari SMA Negeri 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur di posisi kedua dengan nilai 260,45, dan Sapu Jagat Electrical dari SMK Negeri 1 Singosari di posisi ketiga.

Tim asal Batam ini membawa inovasi “Commuses”, yaitu kacamata pintar penerjemah bahasa isyarat berbasis AI.

“Kami tahu EIC dari Instagram saat mencari lomba yang jadwalnya cocok dengan ujian sekolah. Tantangan terbesarnya H-1 final. Beberapa fitur tidak bisa digabung, jadi kami putar otak pakai dua mikrokontroler agar prototipe tetap jalan. Dari sini kami belajar soal optimisme, kerja sama, dan adaptasi,” ujar Eileen, perwakilan tim.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, dewan juri, guru pembimbing, dan orang tua.

SMA Negeri 3 Sidoarjo Juara 1 Kategori Desain Visual Inovasi menerima Tropi dari Dekan FT Ubaya Ir. Eric Wibisono, Ph.D., IPU.

“Kompetisi ini memotivasi kami untuk terus mengembangkan Commuses sebagai jembatan komunikasi. Selama tidak menyerah, setiap tantangan pasti jadi pelajaran.”

Posisi kedua kategori ini diisi Tim Be Start Light dari SMA Negeri 5 Taruna Brawijaya yang beranggotakan Berlyana Ninda Putri Ayuningrum, Willy Gaizka, dan Sajida Sulthana Alfia Rahma. Sementara posisi ketiga diraih Tim Sapu Jagat Electrical dari SMK Negeri 1 Singosari dengan anggota Aurel Eka Septiansyah, Ahmad Iqhsan, dan Jovan Nata Ardhika.

Finalis lain seperti Tim Erica dari SMK Teknologi Mandiri Garut, Tim Compstem dari SMK Negeri 1 Singosari, dan Tim Tapops dari SMKN 5 Surabaya belum berhasil meraih gelar juara.Pada

Kategori Desain Visual Inovasi, Juara 1 diraih Tim Sahabat dari SMA Negeri 3 Sidoarjo yang beranggotakan Muhammad Radiftya Nur Sayyid, Ach Fachri Anditansyah, dan Ferdiansyah Yusuf Rahman. Juara 2 diraih Tim Parabola dari MAS Matholi’ul Anwar Lamongan, dan Juara 3 oleh Tim Gangster dari SMAK Petra 1 Surabaya.

EIC UBAYA 2026 juga memberikan penghargaan Juara Favorit berdasarkan voting pengunjung saat final. Penghargaan ini diraih Tim KTPasti3J dari SMK Kristen Petra Surabaya. Finalis lain seperti Tim Apaja Boleh dari SMA Negeri 33 Jakarta dan Tim Future Engineers One dari SMKN 1 Udanawu Blitar belum berhasil meraih gelar.

Koordinator EIC 2026, Arizia Aulia Aziiza, M.Kom., menyampaikan kebanggaannya atas antusiasme peserta tahun ini.

“Lebih dari 80 tim dari seluruh Indonesia mengikuti babak penyisihan. Ada peserta dari Aceh, Ambon, Batam, dan daerah lain. EIC adalah komitmen Fakultas Teknik UBAYA untuk memberi ruang bagi siswa mengasah kreativitas dan berpikir kritis sejak dini. Semoga lahir banyak inovator muda dari ajang ini,” ujarnya.

Dekan Fakultas Teknik UBAYA, Ir. Eric Wibisono, Ph.D., IPU., menambahkan bahwa kompetisi ini sejalan dengan harapan fakultas untuk mengubah persepsi tentang teknik.

“Selama ini ilmu teknik sering dipersepsikan sebagai bidang yang kaku dan sulit. Padahal, kehadiran teknik dalam kehidupan manusia justru memberikan solusi atas berbagai persoalan sehari-hari,” tuturnya.

Melalui EIC 2026, Fakultas Teknik UBAYA menegaskan perannya sebagai rumah tumbuhnya talenta teknik Indonesia. Dengan semangat “Engineering for Sustainable Future” dan perayaan 40 tahun, kompetisi ini diharapkan terus menjadi wadah kolaborasi pelajar dalam menciptakan solusi teknologi yang berdampak nyata bagi masyarakat. (*)

Pos terkait