Harian Cakrawala – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan penurunan tingkat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau di Selat Sunda dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) terhitung mulai Senin (21/09/2026) malam.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Geologi, Lana Saria, melalui keterangan resmi, Senin (21/9/2026).
Menurut Lana, keputusan tersebut diambil setelah tim ahli melakukan analisis serta evaluasi menyeluruh terhadap penurunan aktivitas vulkanik dan data deformasi yang menunjukkan gejala deflasi.
“Penurunan status ini ditetapkan setelah dilakukan analisis dan evaluasi secara menyeluruh terhadap penurunan aktivitas vulkanik serta data deformasi yang menunjukkan gejala deflasi,” ujar Lana.
Sebelumnya, status gunung api tipe A tersebut sempat dinaikkan ke Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026 menyusul peningkatan kegempaan. Selama kurun waktu tersebut hingga 3 September 2026, tercatat sebanyak 224 kali erupsi, termasuk erupsi menerus selama 25 jam pada 4–6 September 2026 yang mengalirkan lava ke arah barat laut, barat, hingga barat daya.
Aktivitas vulkanik tercatat mulai melandai secara konsisten hingga 20 September 2026 setelah mengalami tujuh kali erupsi strombolian.
Seiring penurunan status itu Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat, wisatawan, maupun pendaki tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif untuk menghindari bahaya lontaran batu pijar dan hujan abu lebat.
Masyarakat di kawasan pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, serta tidak memercayai rumor erupsi yang dikaitkan dengan tsunami.





