Harian Cakrawala – Jakarta Utara, 2025, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) IPB University melalui program PROTACTION (Protect and Action) kembali menghadirkan kegiatan inspiratif bertajuk Action Craft di Rumah Belajar Merah Putih, Cilincing, Jakarta Utara.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengasah kreativitas sekaligus belajar melihat peluang usaha dari hasil karya mereka sendiri. Di bawah bimbingan mahasiswa IPB University, anak-anak diajak membuat roncean gelang dan phone strap menggunakan bahan sederhana seperti manik-manik, tali giok, dan benang warna. Tidak hanya melatih ketelitian dan kesabaran, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak dini. Melalui Action Craft, anak-anak belajar bahwa setiap karya memiliki nilai apabila dikerjakan dengan ketekunan dan kreativitas. “Kami ingin anak-anak memahami bahwa ide dan keterampilan sederhana dapat menjadi peluang ekonomi jika dikembangkan dengan tekun dan jujur,” ujar Benedicta, anggota tim PROTACTION yang bertanggung jawab dalam perancangan kegiatan.
Metode pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan ini mengacu pada pendekatan ACTORS. Pada sesi ini, nilai Opportunity menjadi fokus utama, di mana anak-anak diajak untuk mengenal potensi diri dan belajar menciptakan nilai tambah (value creation) dari karya yang mereka hasilkan. Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak hangat dan antusias. Anak-anak berdiskusi tentang warna, desain, hingga pola roncean yang mereka sukai. Setiap hasil karya kemudian dipamerkan di meja kecil yang telah disiapkan oleh tim mahasiswa. “Aku ingin menjual phone strap ini di sekolah nanti,” ujar salah satu anak dengan penuh semangat.
Bagi para pendamping, momen sederhana ini memiliki makna mendalam. Mereka menyaksikan perubahan sikap anak-anak yang kini lebih berani berpendapat, sabar dalam proses, dan bangga dengan hasil tangannya sendiri. “Awalnya banyak yang gagal karena tali yang putus dan pola yang tidak seimbang, tapi lama-lama mereka bisa dan jadi lebih percaya diri,” tutur pendamping dari Rumah Belajar Merah Putih, sekaligus fasilitator kegiatan. Pendiri Rumah Belajar Merah Putih, Ibu Desi Purwatuning, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa program ini bukan sekadar aktivitas keterampilan, tetapi juga sarana membentuk karakter dan kemandirian. “Anak-anak jadi lebih menghargai proses. Mereka belajar bahwa dari hal kecil pun bisa muncul manfaat besar. Kedepannya kegiatan meronce ini juga menjadi salah satu media pembelajaran sekaligus sumber rezeki bagi anak-anak,” ungkapnya.

Kegiatan Action Craft merupakan bagian dari rangkaian Program PROTACTION yang berfokus pada penguatan karakter dan pengembangan growth mindset anak-anak di kawasan rawan sosial. Sebelumnya, PROTACTION telah mengadakan kegiatan Action Brave untuk melatih kepercayaan diri, dan Action Talk untuk mendorong refleksi diri melalui ruang BICARA. Dengan pendekatan yang interaktif dan penuh makna, PROTACTION berupaya memberikan pendidikan karakter secara menyenangkan dan kontekstual. Melalui Action Craft, anak-anak tidak hanya belajar berkreasi, tetapi juga memahami bahwa setiap karya memiliki nilai dan peluang untuk membawa perubahan positif bagi diri mereka dan lingkungan sekitarnya.





