_Jalur Domisili Dibuka Lebih Awal dan Perkuat Pengawasan Melalui Dashboard Pemantauan Realtime_
Harian Cakrawala – Surabaya, 8 April 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi meluncurkan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 sebagai upaya memastikan proses penerimaan murid baru berjalan transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
Peluncuran ini menandai dimulainya rangkaian SPMB 2026 yang dirancang lebih sistematis, inklusif, serta mudah dipahami oleh masyarakat.
Gubernur Khofifah menyampaikan, peluncuran SPMB 2026 sekaligus menjadi momentum sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari satuan pendidikan, orang tua/wali murid hingga masyarakat luas, agar memahami secara komprehensif alur pendaftaran, persyaratan, jalur seleksi, hingga mekanisme pengumuman hasil.
“Tahapan SPMB 2026 disusun agar lebih sistematis dan mudah dipahami masyarakat, sehingga seluruh proses dapat berlangsung transparan dan adil,” ujar
Khofifah, Rabu (8/4).
Khofifah menjelaskan, pelaksanaan SPMB 2026 dilakukan melalui empat tahap. Tahap pertama dimulai dengan jalur domisili SMA/SMK pada 11–15 Juni 2026.
“Untuk jenjang SMA, kuota jalur domisili tersedia 20%. Sedangkan untuk jenjang SMK kuota jalur domisili diberikan 10%,” jelas Khofifah.
Lebih lanjut disampaikannya, tahap kedua meliputi jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi hasil lomba yang dilaksanakan pada 17–23 Juni 2026.
Untuk jenjang SMA, kuota afirmasi sebesar 30 persen, terdiri dari ADEM 13 persen, afirmasi keluarga tidak mampu 7 persen, anak buruh keluarga tidak mampu 5 persen, serta penyandang disabilitas 5 persen.
“Sementara untuk jalur afirmasi untuk jenjang SMK disediakan sebanyak 15% yang meliputi kuota ADEM 7%, afirmasi anak buruh keluarga tidak mampu 5% dan penyandang disabilitas 3%,” jelas Khofifah.
Pada jalur mutasi, Dindik Jatim menyediakan kuota 5% dari daya tampung satuan pendidikan, yang terbagi atas jalur mutasi tugas orang tua/wali sebanyak 3%, dan jalur anak guru/tenaga kependidikan selain pendidik sebanyak 2%.
Terakhir, di tahap 2 jalur prestasi hasil lomba diberikan kuota sebanyak 5% dari jumlah daya tampung satuan pendidikan yang terbagi atas jalur prestasi hasil lomba bidang akademik sebanyak 2%, jalur prestasi hasil lomba bidang non akademik, ketua OSIS/MPK/Kepanduan, dan penghafal
kitab suci, sebanyak 3%.
“Tahun ini, Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan (Dindik) akan memulai pendaftaran SPMB dengan jalur Domisili SMA/SMK pada 11-15 Juni 2026. Di tahun sebelumnya, jalur domisili SPMB dimulai di tahap 3,” ujar Khofifah.
Lebih lanjut disampaikan Gubernur Khofifah, Pemprov Jatim juga akan memberikan kuota golden ticket bagi ketua OSIS dana penghafal kitab suci sebanyak 1 calon murid baru untuk setiap SMA/SMK.
Berikutnya, lanjut Khofifah, tahap ketiga adalah jalur nilai prestasi akademik SMA dengan kuota 25% akan dimulai pada 24–29 Juni 2026. Sementara tahap keempat yakni jalur nilai prestasi akademik SMK dengan kuota sebesar 65% yang dibuka pada 30 Juni hingga 4 Juli 2026.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, Pemprov Jatim akan menggelar sosialisasi di lima titik Bakorwil pada 9–24 April 2026. Kegiatan ini mencakup wilayah Surabaya, Tuban, Ponorogo, Jember, hingga Pamekasan dengan total ratusan peserta dari berbagai cabang dinas pendidikan.
Selain sosialisasi terpusat, Dinas Pendidikan juga mendorong sosialisasi masif oleh seluruh satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur.
“Upaya ini diperkuat dengan dashboard berbasis teknologi yang disiapkan Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (UPT TIKP) untuk memantau pelaksanaan sosialisasi secara realtime,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menambahkan, pihaknya juga membentuk Posko SPMB 2026 guna memberikan layanan informasi, konsultasi, serta penanganan kendala selama proses pendaftaran. Posko layanan informasi dan konsultasi ini, kata Aries untuk membantu wali murid maupun calon murid baru apabila ada kendala.
“Posko SPMB 2026 kami buka diseluruh sekolah negeri dijam sekolah termasuk kantor-kantor cabang dinas diseluruh wilayah dan juga di posko utama dinas pendidikan di kantor TIKP Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,”ungkapnya.
Melalui posko yang dibuka ini, masyarakat bisa berkonsultasi terkait dimana saja yang tepat agar calon murid tidak salah memilih sekolah sesuai kemampuan dari hasil nilai akademik dan juga tahapan yang sesuai dengan jalur yang diinginkan.
“Posko tersedia secara luring di kantor Dinas Pendidikan, cabang dinas, dan satuan pendidikan, serta daring melalui laman resmi spmb.jatimprov.go.id,” kata Aries.
Aries menegaskan bahwa SPMB tahun ini juga diperkuat dengan layanan berbasis AI untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi secara cepat, mudah, dan responsif sesuai dengan juknis.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemprov Jatim menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta memastikan setiap calon murid mendapatkan kesempatan yang adil dalam mengakses pendidikan di Jawa Timur.





