Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Apresiasi Capaian Jatim Jadi Role Model Penguatan SDM dan Ketahanan Pangan Nasional, Gubernur Khofifah Tegaskan Sinergi Jadi Kunci Keberhasilan Pembangunan Di Jawa Timur

Harian Cakrawala – MOJOKERTO, 13 Mei 2026, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI TB Ace Hasan Syadzily memuji keberhasilan Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), pendidikan, hingga ketahanan pangan nasional. Jawa Timur bahkan dinilai menjadi role model penguatan SDM dan ketahanan pangan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lemhanas TB Ace Hasan Syadzily saat menghadiri Lemhannas Goes to Campus di Universitas KH Abdul Chalim, Ponpes Amanatul Umah Pacet, Mojokerto, Selasa (12/5).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan Jawa Timur merupakan hasil sinergi dan kolaborasi seluruh elemen, mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, perguruan tinggi, pesantren hingga masyarakat.

“Kuncinya adalah sinergi. Tidak mungkin kita sukses sendirian. Kerja sama pemerintah pusat, provinsi, kabupaten kota, dunia usaha, perguruan tinggi dan pesantren menjadi kekuatan penting pembangunan Jatim,” ujarnya.

Khofifah juga memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai 5,96 persen secara year on year, tertinggi di Pulau Jawa sekaligus melampaui capaian nasional.

“Saya ingin menyampaikan bahwa di triwulan pertama, year on year, pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa adalah Jawa Timur. Ini bukan sesuatu yang sederhana. Betul kami membangun sinergi, membangun kolaborasi, tapi doa panjenengan semua menjadi penguatan bagi capaian kita dan mudah-mudahan berseiring dengan ridho Allah,” terangnya.

Menurut Khofifah, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur ditopang oleh sejumlah sektor utama, antara lain industri pengolahan sebesar 31,45 persen, perdagangan 18,77 persen, pertanian 10,51 persen, serta 14 sektor lainnya sebesar 39,27 persen.

Selain itu, sektor ketenagakerjaan juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah. Tercatat sektor pertanian menyerap sekitar 7,38 juta tenaga kerja, sektor perdagangan 4,69 juta tenaga kerja, sektor industri 3,36 juta tenaga kerja, dan sektor lainnya mencapai 8,42 juta tenaga kerja.

Di bidang pendidikan, Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur selama tujuh tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan jumlah siswa SMA, SMK, dan MA terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur tanpa tes.

Berdasarkan data Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 yang dirilis Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), sebanyak 29.046 siswa asal Jawa Timur diterima di perguruan tinggi negeri dari total 108.122 pendaftar, sekaligus menjadi capaian tertinggi secara nasional.

“Kerja keras luar biasa dan doa yang mengiringi seluruh ikhtiar kita sehingga tujuh tahun berturut-turut siswa SMA, SMK dan Aliyah Jawa Timur tertinggi diterima perguruan tinggi negeri tanpa tes,” katanya.

Untuk memperkuat kualitas SDM, Pemprov Jawa Timur terus menjalankan berbagai program strategis di bidang pendidikan, di antaranya revitalisasi SMK, sekolah double track, sekolah boarding, bantuan pendidikan bagi siswa keluarga prasejahtera, hingga program beasiswa.

Sebanyak 6.575.603 siswa tercatat menerima Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP). Tak hanya itu, bantuan penyelenggaraan pendidikan diniyah dan guru swasta menjangkau 5.347.905 siswa serta 284.900 guru dan ustadz.

Di sektor beasiswa, Pemprov Jatim juga menjalankan berbagai program seperti Beasiswa Santri Unggul, Beasiswa S1 Ma’had Aly, beasiswa guru madin, beasiswa STEM, hingga kerja sama pendidikan luar negeri dengan sejumlah perguruan tinggi internasional seperti Al-Azhar University, King’s College London, dan Western Sydney University.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menegaskan posisi strategis Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional. Menurutnya, ketika Presiden RI Prabowo Subianto mencanangkan ketahanan pangan nasional, maka Jawa Timur menjadi salah satu penopang utamanya.

“Kalau Pak Presiden Prabowo mencanangkan ketahanan pangan, maka lumbung pangannya ada di Jawa Timur. Bahkan sekarang kita bergerak menuju kedaulatan pangan berkelanjutan,” tegasnya.

Berdasarkan data tahun 2025, Jawa Timur tercatat menjadi produsen padi dan beras tertinggi nasional. Produksi padi Jawa Timur mencapai 10,43 juta ton, meningkat dari 9,23 juta ton pada tahun 2024.

Sementara produksi beras Jawa Timur tahun 2025 mencapai 6,03 juta ton atau meningkat 12,60 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 5,35 juta ton. Selain itu, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Kanwil Bulog Jawa Timur tercatat tertinggi secara nasional dengan jumlah mencapai 822.854 ton.

Di sektor peternakan, produksi daging sapi Jawa Timur menempati peringkat pertama nasional dengan capaian 127.230,64 ton atau berkontribusi sekitar 20 persen terhadap produksi nasional. Sedangkan produksi susu sapi perah mencapai 475.394,86 ton atau setara 58 persen produksi nasional dan menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Untuk produksi daging ayam ras pedaging, Jawa Timur berada di peringkat ketiga nasional dengan produksi sebesar 543.158,29 ton atau berkontribusi 13 persen terhadap produksi nasional.

Sementara produksi telur ayam ras petelur Jawa Timur mencapai 2.028.535,77 ton dan menjadi yang tertinggi nasional dengan kontribusi sekitar 32 persen terhadap produksi nasional.

“Banyak negara mengalami krisis pangan. Alhamdulillah Indonesia tetap kuat dan Jawa Timur menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” pungkas Khofifah.

Menurut Ace Hasan, pembangunan SDM menjadi faktor kunci yang akan menentukan kualitas dan daya saing Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, ia menilai langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat pendidikan dan pengembangan generasi muda sudah berada pada jalur yang tepat.

“Saya senang Jatim di bawah kepemimpinan Ibu Gubernur terus mendorong kualitas sumber daya manusia. Karena hari ini yang akan menentukan kualitas Indonesia tahun 2045 adalah bagaimana kita membangun generasi muda saat ini,” ungkapnya.

Selain sektor pendidikan dan SDM, Ace Hasan juga mengapresiasi capaian Jawa Timur dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Menurutnya, peran strategis Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan nasional di tengah ancaman krisis pangan global.

“Ketahanan pangan yang dibangun Jawa Timur menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” katanya.

Pos terkait