Harian Cakrawala – Pemerintah Republik Islam Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari, dan libur kerja selama sepekan menyusul gugurnya Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei, dalam serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel di Tehran, Sabtu (28/2/2026).
Hal itu berdasarkan laporan kantor berita Fars dan konfirmasi dari televisi pemerintah Iran. Selain Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, dilaporkan menantu dan cucu Ayatullah juga tewas serta para pemimpin utama Negeri Mullah tersebut, yakni Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Mohammad Pakpour, serta Sekretaris Dewan Pertahanan Iran, Ali Shamkhani.
Serangan gabungan yang dilakukan AS dan sekutu terdekatnya di Timur Tengah itu tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil.
Palang Merah Iran (IRCS) melalui kantor berita Mehr menyatakan, sedikitnya 201 orang tewas dan 747 lainnya mengalami luka-luka akibat agresi tersebut. Sebagian besar korban adalah anak-anak sekolah.
Pemerintah Iran merespons serangan itu dengan meluncurkan rudal balasan ke wilayah Israel dan sejumlah instalasi militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah.
Eskalasi itu memicu kekhawatiran meluasnya konflik regional di kawasan yang sudah puluhan tahun dibayangi peperangan tersebut.
Adapun, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) terus memantau perkembangan situasi keamanan di Iran. Merujuk imbauan resminya, Kemlu RI meminta agar Warga Negara Indonesia tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mematuhi aturan setempat, serta senantiasa menjaga komunikasi dengan KBRI Tehran .
“KBRI Tehran telah menerbitkan edaran terbaru yang memuat saran dan langkah konkret yang dapat ditempuh guna memastikan keselamatan dan keamanan WNI,” kata Jubir Kemlu RI Yvonne Mewengkang melalui keterangan resmi, Sabtu (28/2/2026).





