Jakarta, HarianCakrawala — Pemerintah terus memperkuat literasi digital bagi generasi muda guna mencetak sumber daya manusia yang cerdas, adaptif, dan berkarakter di tengah pesatnya transformasi digital.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan KUPAS (Kumpul Tunas Smart Digital Future Ready) yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) di SMPN 1 Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026), dan diikuti ratusan pelajar serta guru.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengatakan penguatan literasi digital menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan dan peluang di era digital.
“Kita ingin adik-adik tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dalam menggunakan teknologi. Dunia digital itu peluang, tetapi juga tantangan. Karena itu, diperlukan kesiapan dan kedewasaan sebelum benar-benar terjun ke dalamnya,” ujar Meutya.
Ia menambahkan, pemerintah juga terus memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui kebijakan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).
Menurut Meutya, kebijakan tersebut merupakan langkah preventif untuk melindungi anak dari berbagai risiko digital, termasuk melalui pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
“Kami mendorong adik-adik untuk mengurangi screen time dan memanfaatkan internet untuk hal-hal yang produktif. Fokus belajar dan berinteraksi langsung dengan teman jauh lebih penting untuk membangun karakter,” katanya.
Kepala SMPN 1 Cikini Fajar Subijakto mengatakan sekolah turut berperan dalam membentuk karakter siswa melalui pemanfaatan teknologi yang terarah dan bertanggung jawab.
“Ibarat pohon, akarnya adalah kedewasaan dalam menggunakan gawai dan kebijaksanaan dalam bermedia sosial. Dari sana akan tumbuh inovasi, kreativitas, serta semangat juang yang tinggi, hingga akhirnya melahirkan siswa yang tangguh dalam meraih masa depan,” ujar Fajar.
Ia menambahkan, sekolah menerapkan penggunaan perangkat digital secara terkontrol dalam proses pembelajaran guna memastikan teknologi dimanfaatkan secara optimal dan aman.
Dukungan terhadap penguatan perlindungan anak di ruang digital juga disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono.
“Ini adalah gebrakan besar. Kita berhadapan dengan kekuatan global yang luar biasa, namun negara hadir untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif konten digital. Kami di DPR mendukung penuh langkah ini demi masa depan Indonesia,” tegas Dave.
Kegiatan KUPAS diikuti sekitar 750 siswa kelas VII hingga IX dan menghadirkan berbagai narasumber dari bidang edukasi digital, seni, hingga literasi keuangan.
Dalam sesi talkshow, artis Widi Mulia mengajak para siswa membangun kedekatan keluarga tanpa ketergantungan pada gawai melalui tema “Bonding Tanpa Layar, No Screen No Drama”.
Sementara itu, pendiri Learntera.id Farhan Jijima mendorong siswa untuk lebih bijak menyaring informasi digital dan menjaga keseimbangan antara kehidupan daring dan aktivitas sosial di dunia nyata.
Asisten Direktur Divisi Pelaksanaan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Grani Ayuningtyas Harmani, turut memberikan edukasi mengenai pentingnya literasi keuangan sejak usia dini agar generasi muda lebih siap menghadapi tantangan ekonomi digital.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, Kemenkomdigi optimistis penguatan literasi digital dapat membentuk generasi muda Indonesia yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu bersaing secara global.





