Mahasiswa Untirta Edukasi Budidaya Bayam Hidroponik Menggunakan Rockwool dan Botol Bekas sebagai Upaya Mendukung Ketahanan Pangan

Disusun Oleh:
Kelompok 3

Anggota Kelompok:
1. Ana Aflihatun Hayati
2. Nurhasanan
3. Anas Nurfirdaus
4. Hildan Munggaran Yusuf
5. Olita Syifa Amanda

Harian Cakrawala – Serang, 31 Mei 2026 – Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang tergabung dalam kelompok mata kuliah Ketahanan Pangan melaksanakan kegiatan edukasi budidaya bayam hidroponik menggunakan media rockwool dan botol bekas di Villa Pelamunan Asri, Desa Pelamunan, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang ibu-ibu sebagai peserta dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan lahan terbatas dalam mendukung ketahanan pangan keluarga.

Ketahanan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat karena berkaitan dengan ketersediaan dalam akses terhadap pangan yang bergizi. Di tengah keterbatasan lahan yang dimiliki sebagian masyarakat, metode hidroponik menjadi salah satu alternatif yang dapat diterapkan untuk membudidayakan sayuran secara praktis. Bayam dipilih karena merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan, memiliki masa panen yang relatif singkat, serta mendukung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan.

Dalam kegiatan ini, masyarakat yang didominasi oleh ibu-ibu memperoleh materi mengenai teknik penyemaian benih bayam, penggunaan rockwool sebagai media tanam, serta pemanfaatan botol plastik bekas sebagai wadah hidroponik sederhana yang mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga. Selain mendapatkan penjelasan secara teoritis, peserta juga diperkenalkan pada tahapan perawatan tanaman hidroponik agar dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung penyemaian benih bayam menggunakan rockwool dan pembuatan media tanam dari botol bekas. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Antusiasme tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai cara perawatan tanaman, kebutuhan air, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila tanaman mengalami kendala dalam pertumbuhannya.

Kelompok mahasiswa Untirta yang melaksanakan kegiatan ini menjelaskan bahwa program edukasi budidaya bayam hidroponik bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan lahan terbatas guna menghasilkan sayuran sehat secara mandiri. Selain itu, pemanfaatan botol bekas sebagai media tanam diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan budidaya bayam hidroponik secara mandiri di rumah masing-masing. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan sayuran keluarga, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Mahasiswa Untirta berharap edukasi yang telah diberikan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan peduli terhadap lingkungan.

Pos terkait