Menhut Dorong Tanjung Leban Jadi Pusat Belajar Restorasi Gambut

Istimewa

Harian Cakrawala – Kawasan Tanjung Leban, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, didorong menjadi pusat pembelajaran restorasi gambut dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bagi daerah lain di Indonesia.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengatakan pengalaman pemulihan kawasan Tanjung Leban dapat menjadi bahan pembelajaran karena wilayah tersebut sebelumnya mengalami kebakaran berulang dan degradasi gambut.

“Terhadap kondisi hari ini saya kira adalah apa yang sedang kita saksikan pada saat sekarang ini. Yang dulunya adalah tempat kebakaran hutan berulang terjadi, terjadi degradasi gambut tetapi bisa menjadi baik seperti ini,” kata Raja Juli, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, pemulihan kawasan dilakukan melalui pendekatan restorasi yang mencakup rehabilitasi kawasan, penanaman kembali vegetasi, serta pengelolaan tata air.

Raja Juli menilai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga melalui pemulihan ekosistem untuk menjaga kondisi kawasan dalam jangka panjang.

“Wilayah yang dulu menjadi tempat kebakaran hutan berulang sekarang berhasil direstorasi. Ada proses pemulihan yang luar biasa terjadi, ada revigitati menanam tanaman-tanaman endemik yang memang dikenal secara historis kultural oleh masyarakat di sini,” jelasnya.

Ia juga menilai Tanjung Leban berpotensi menjadi lokasi kajian bagi ilmuwan untuk mempelajari faktor-faktor yang mendukung proses restorasi gambut.

Menurut Raja Juli, pengalaman di tingkat lokal tersebut dapat dikembangkan menjadi pengetahuan yang diterapkan di kawasan gambut lainnya.

Ia bahkan menyebut Tanjung Leban berpotensi menjadi lokasi penelitian lapangan bagi pihak dari luar Riau maupun Indonesia.

“Saya kira tidak kurang dan tidak lebih saya ingin mengatakan bahwa ini betul-betul menjadi laboratorium kehidupan dimana tidak hanya orang Riau yang bisa datang ke sini dan belajar bagaimana sebuah proses restorasi yang terintegrasi terjadi. Namun ini juga akan menjadi tempat atau living laboratory bagi seluruh provinsi-provinsi di Indonesia bahkan akan menjadi percontohan, menjadi pusat belajar, menjadi sekolah lapangan bagi peneliti-peneliti kelas dunia lainnya,” pungkasnya.

Melalui pengalaman tersebut, Tanjung Leban diharapkan menjadi salah satu rujukan pembelajaran mengenai pemulihan ekosistem gambut, pengelolaan tata air, revegetasi, dan pencegahan karhutla.

Sumber

Pos terkait