Mensos Tegaskan Santunan Korban Kecelakaan KA Dikelola Jasa Raharja

Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). (Foto: ANTARA/Paramayuda)

Harian Cakrawala – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan, santunan bagi korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur menjadi kewenangan asuransi melalui PT Jasa Raharja, karena insiden tersebut tergolong kecelakaan angkutan umum.

Pernyataan itu disampaikan mensos, melalui keterangan resmi,  Selasa (28/4/2025).

Mensos menegaskan,  pemerintah akan memberikan dukungan penuh kepada para korban. Namun, untuk mekanisme santunan dasar, sepenuhnya dijalankan oleh PT Jasa Raharja.

“Secara umum itu asuransinya lewat Jasa Raharja. Saya kira pemerintah sebagaimana arahan Presiden akan memberikan dukungan penuh bagi korban. Untuk itu kita tunggu, proses terus berjalan dan kita ikut prihatin, kita berduka,” ujar mensos.

Lebih lanjut, Kementerian Sosial (Kemensos) akan melakukan pendataan atau asesmen terhadap keluarga korban.

Langkah itu bertujuan untuk menentukan bentuk bantuan lanjutan yang dibutuhkan, yang tidak tertanggung oleh asuransi.

Dukungan yang dimaksud dapat berupa program pemberdayaan atau bantuan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga terdampak.

“Nanti kita akan asesmen dan hasilnya akan kita tindak lanjuti dengan dukungan-dukungan program. Mungkin dukungan pemberdayaan dan dukungan-dukungan yang lain yang diperlukan oleh keluarga korban,” katanya.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada korban luka yang masih menjalani perawatan.

Sejak awal kejadian, upaya penanganan difokuskan pada keselamatan penumpang dan evakuasi korban secara hati-hati mengingat terdapat korban yang membutuhkan penanganan khusus.

Kecelakaan terjadi pada Senin (27/4/2025) sekitar pukul 20.50 WIB di wilayah Stasiun Bekasi Timur. Berdasarkan data terbaru hingga Selasa (28r/4/2026), pukul 08.45 WIB, jumlah korban jiwa tercatat 14 orang meninggal dunia, sementara 84 orang lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis.

Sumber

Pos terkait