Ramai Suporter Timnas, Pedagang Atribut Raup Untung di Palmerah

Pedagang atribut Timnas Indonesia di Palmerah
Pedagang atribut Timnas Indonesia berjualan di kawasan Stasiun Palmerah menjelang pertandingan Indonesia melawan Bangladesh di SUGBK, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (Foto: Jhon Rico/InfoPublik)

Jakarta, Harian Cakrawala – Pertandingan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 membawa peluang bagi pedagang atribut di sekitar Stasiun Palmerah, Jakarta. Ramainya suporter yang menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ikut mendorong aktivitas jual beli kaus, syal, topi, stiker, dan bendera.

Pada Kamis (1/10/2026), sejumlah pedagang membuka lapak di sekitar Stasiun Palmerah. Mereka berjualan di trotoar hingga area jembatan penyeberangan.

Lokasi tersebut menjadi salah satu titik yang ramai dilewati penonton. Banyak suporter menggunakan shuttle bus gratis dari Stasiun Palmerah menuju kawasan GBK.

Suporter Timnas Jadi Peluang Pedagang

Salah satu pedagang atribut, Ari (36), mengatakan dirinya rutin membuka lapak saat Timnas Indonesia bertanding di SUGBK.

Ari yang tinggal di kawasan Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat, mulai berjualan sejak pertandingan Indonesia melawan Singapura pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026.

Menurut Ari, keberadaan shuttle bus gratis ikut meningkatkan peluang penjualan. Penonton biasanya berkumpul di sekitar stasiun sebelum melanjutkan perjalanan menuju GBK.

“Penonton yang ingin naik shuttle gratis ke GBK itu turunnya di stasiun ini. Jadi sebelum naik shuttle kita tawarin atribut timnas,” ujar Ari.

Ia mengatakan kawasan Palmerah tidak selalu ramai oleh pedagang atribut. Aktivitas tersebut biasanya meningkat ketika Timnas Indonesia menjalani pertandingan di SUGBK.

Penjualan Atribut Timnas Meningkat

Antusiasme suporter turut memengaruhi omzet para pedagang. Ari menyebut penjualan atribut bisa meningkat hingga lima kali lipat ketika Timnas Indonesia menjalani pertandingan tertentu.

Harga atribut yang ditawarkan juga beragam. Syal dijual sekitar Rp30.000 per buah, sedangkan topi dibanderol Rp45.000.

Ari mengatakan jumlah penonton memiliki pengaruh langsung terhadap penjualan. Saat Indonesia menghadapi Malaysia, misalnya, permintaan syal meningkat dan stok yang ia bawa habis terjual.

Selain berjualan atribut Timnas, Ari sehari-hari berdagang pakaian di Pasar Tanah Abang. Ia memanfaatkan momentum pertandingan untuk mendapatkan tambahan pendapatan.

Shuttle Bus Bantu Mobilitas Suporter

PSSI juga menyediakan layanan shuttle bus untuk membantu mobilitas penonton selama FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta dan Bandung.

Layanan bertajuk “Berangkat & Pulang Lebih Nyaman” tersebut tersedia di sejumlah titik yang telah ditentukan.

Di Jakarta, shuttle melayani perjalanan menuju kawasan SUGBK. Sementara itu, layanan di Bandung menghubungkan Gedung Budaya Sabilulungan dengan Stadion Si Jalak Harupat.

Rute Jakarta berangkat dari Stasiun Palmerah. Shuttle kemudian melewati Gedung MPR/DPR dan Kemenpora sebelum mencapai Patung Soekarno.

Untuk perjalanan kembali, shuttle berangkat dari Patung Soekarno. Kendaraan kemudian melewati Kemenpora dan Gedung MPR/DPR hingga kembali ke Stasiun Palmerah.

Keberadaan layanan tersebut tidak hanya membantu perjalanan penonton. Mobilitas suporter juga menciptakan aktivitas ekonomi bagi pedagang yang berada di sekitar titik keberangkatan shuttle.

Pos terkait