Menlu RI Dorong Reformasi PBB di Tengah Perubahan Dunia

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono (kedua dari kiri), didampingi Wakil Tetap Palestina untuk PBB Riyad Mansour (kiri), dalam pertemuan tingkat tinggi terkait pemulihan awal Jalur Gaza di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pada Rabu (23/9/2026) waktu setempat. (ANTARA/HO-Kemlu RI/am)

Harian Cakrawala – Indonesia menilai reformasi PBB semakin mendesak. Perubahan dunia pada abad ke-21 membutuhkan sistem multilateral yang lebih representatif dan tangguh.

Indonesia juga mendorong sistem tersebut agar memberi dampak nyata bagi masyarakat global.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia Sugiono menegaskan pentingnya perubahan tersebut. Menurutnya, PBB tetap memiliki peran penting sebagai wadah penyatu bangsa-bangsa.

Namun, kepercayaan terhadap PBB perlu berjalan bersama keberanian untuk melakukan transformasi.

Sugiono menyampaikan pandangan tersebut saat membacakan Pernyataan Nasional Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam sesi debat umum Sidang ke-81 Majelis Umum PBB.

Sidang tersebut berlangsung di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Sabtu (26/9/2026) waktu setempat.

Menurut Sugiono, PBB memberi ruang bagi negara-negara untuk mencari jalan tengah. Ruang tersebut membantu negara menyelesaikan perbedaan tanpa kekerasan dan konflik.

PBB juga menyediakan aturan bersama bagi negara-negara dengan kepentingan yang berbeda.

Sugiono mengatakan dunia perlu memperkuat sistem multilateral saat ini. Menurutnya, dunia tidak seharusnya meninggalkan sistem tersebut karena berbagai kekurangannya.

Ia juga menilai reformasi PBB membutuhkan proses yang panjang. Namun, berbagai krisis global menuntut negara-negara mengambil langkah nyata.

“Kita senantiasa percaya pada PBB. Akan tetapi, kepercayaan pada PBB juga berarti percaya bahwa PBB harus berevolusi seiring dengan dunia yang dilayaninya,” ujar Sugiono melalui keterangan resmi, Minggu (27/9/2026).

Lebih lanjut, Sugiono menekankan bahwa pembenahan sistem multilateral tidak cukup menyentuh PBB. Menurutnya, perubahan juga perlu mencakup arsitektur keuangan internasional.

Penataan ulang sistem keuangan dunia juga menjadi perhatian Indonesia. Langkah tersebut penting untuk memenuhi kebutuhan negara-negara berkembang.

Selain itu, perubahan tersebut dapat memperluas peluang negara berkembang dalam menentukan prioritas pembangunan. Penataan sistem keuangan juga dapat membantu negara memperkuat ketahanan nasional.

Sumber

Pos terkait