Wamendagri Nilai Modifikasi Cuaca Jadi Solusi Pencarian Korban Longsor di Cisarua

Sejumlah 10 orang meninggal dunia, dan 114 warga masih dalam proses pencarian bencana akibat longsor disertai banjir bandang di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). (Foto: ANTARA/Polsek Cisarua

Harian Cakrawala – Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mendorong pelaksanaan modifikasi cuaca sebagai langkah strategis untuk mempercepat proses evakuasi korban terdampak bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Langkah itu diambil sesuai dengan arahan langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menginstruksikan pengoptimalan pencarian dan keselamatan warga.

Hal tersebut disampaikan wamendagri, melalui keterangan resmi,  saat meninjau langsung lokasi bencana, Sabtu (24/1/2026).

Wamendagri menegaskan, modifikasi cuaca akan difokuskan di wilayah terdampak agar evakuasi dapat berjalan optimal, dan kondisi lapangan aman bagi tim SAR.

“Ini sesuai arahan presiden untuk memastikan tim di lapangan bisa bekerja aman dan warga terdampak mendapatkan perhatian penuh,” ujarnya.

Selain upaya teknis pencarian, pemerintah daerah juga telah menyiapkan langkah penanggulangan berupa hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Dukungan logistik dan insentif sementara selama dua bulan juga dijamin untuk melindungi warga sembari menunggu solusi jangka panjang.

“Koordinasi terus dilakukan dengan pemerintah provinsi untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal,” kata Bima.

Di sisi operasional, evakuasi sempat mengalami kendala akibat medan yang sulit dan material longsor yang bercampur air.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, melaporkan bahwa operasi pencarian pada hari pertama sempat dihentikan sementara karena kondisi medan yang rawan.

Hingga saat ini, tercatat sepuluh orang meninggal dunia, sembilan di antaranya ditemukan utuh, satu bagian tubuh, sementara 81 orang lainnya masih dalam pencarian.

Bencana longsor yang diduga dipicu hujan deras dini hari tersebut telah memakan korban jiwa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat mencatat, kejadian itu  terjadi di lereng Gunung Burangrang.

Upaya modifikasi cuaca yang digalakkan diharapkan dapat menciptakan cuaca yang lebih kondusif, sehingga proses evakuasi dan pencarian korban yang masih hilang dapat dilakukan dengan lebih maksimal dan aman bagi seluruh pihak yang terlibat.

Sumber

Pos terkait