Kabupaten Gorontalo, Harian Cakrawala –
Peletakan batu pertama dilakukan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, di lokasi bandara, Jumat (20/2/2026).
Proyek tahap pertama itu difokuskan pada perluasan apron (pelataran parkir pesawat), dan pembangunan taxiway dengan anggaran Rp40 miliar yang bersumber dari Kementerian Perhubungan.
Pembangunan itu menandai babak baru setelah impian selama belasan tahun dan pergantian tiga gubernur serta tiga penjabat gubernur belum membuahkan hasil nyata.
“Dana Rp40 miliar dari Pemerintah Pusat berhasil kita perjuangkan ke Gorontalo. Persiapannya sudah selesai dan untuk tahun ini kita akan memulai tahap satu yaitu pembangunan perluasan apron,” ujar gubernur usai melakukan peletakan batu pertama.
Dengan perluasan apron, Bandara Djalaluddin nantinya mampu didarati pesawat berbadan lebar jenis Boeing 777 berkapasitas 415 penumpang.
Saat ini, bandara tersebut baru dapat melayani pesawat berbadan sempit.
Pada tahun 2027 mendatang, pembangunan akan dilanjutkan dengan pelapisan ulang landasan pacu (runway) sepanjang 2.500 meter dengan lebar 45 meter dan ketebalan 10 sentimeter, perluasan turning pad, serta optimalisasi alat bantu pendaratan visual.
Pemerintah menargetkan bandara itu dapat beroperasi penuh sebagai embarkasi haji paling lambat tahun 2028.
“Saya berdiri di sini teringat satu tahun yang lalu ketika saya menandatangani surat pertama saat menjadi gubernur, menyangkut keberangkatan jemaah haji melalui bandara haji antara. Ketika selesai retret, pas satu Ramadan saya berniat saya harus menandatangani surat yang pertama yang berhubungan dengan haji agar embarkasi haji ini bisa terwujud. Alhamdulillah kita menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan embarkasi haji penuh Gorontalo,” ungkapnya.
Menjawab tanggapan kritis mengenai penggunaan bandara yang hanya akan beroperasi optimal saat musim haji, gubernur menyatakan pengembangan itu juga akan berdampak pada peningkatan jumlah jemaah umrah.
“Tahun 2024, masyarakat Gorontalo yang berumrah mencapai 3.000 hingga 4.000 orang, namun mereka harus berangkat dari Makassar atau Jakarta. Saya yakin dan percaya kalau ini jadi embarkasi haji, maka sekaligus ini menjadi embarkasi umrah. Jadi orang berumrah di sini akan meningkat dan akan menggerakkan perekonomian kita,” katanya.
Kegiatan peletakan batu pertama dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan salat tarawih berjamaah.
Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Gorontalo, Sekretaris Daerah Provinsi beserta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Gorontalo, dan jajaran Badan Layanan Umum Unit Penyelenggara Bandar Udara (BLU UPBU) Djalaluddin Gorontalo.(mcgorontaloprov/bahrian/isam)




