Harian Cakrawala – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tidak hanya memperbaiki kondisi fisik sekolah, tetapi diarahkan untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan dan mengurangi kesenjangan akses pendidikan di daerah.
Kabupaten Bangkalan menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang mendapat alokasi revitalisasi cukup besar. Dukungan tersebut diharapkan mempercepat pembenahan sarana pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi peserta didik.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menyampaikan bahwa peningkatan dukungan terhadap program revitalisasi di Bangkalan merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mengurangi kesenjangan di bidang pendidikan.
“Meningkatnya bantuan revitalisasi untuk Kabupaten Bangkalan sebenarnya wujud dari komitmen pemerintah pusat oleh Bapak Presiden untuk mengatasi ketimpangan pendidikan. Karena kita awali dari pemerataan akses yang berkualitas dan tentu ke depan harapannya ada dampak yang lebih, dari perbaikan sekolah yang kita lakukan tadi, ke mutunya,” ujar Fajar, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Senin (21/9/2026)
Menurutnya, pembenahan infrastruktur sekolah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan. Karena itu, revitalisasi fisik perlu berkorelasi dengan penguatan aspek nonfisik agar perbaikan fasilitas memberikan dampak terhadap proses dan hasil pembelajaran.
Program revitalisasi juga dirancang tidak berhenti pada pembangunan atau perbaikan gedung. Kemendikdasmen menerapkan prinsip swakelola dengan melibatkan masyarakat dan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaannya.
Setiap proyek rata-rata melibatkan 10 hingga 15 tenaga kerja lokal serta memanfaatkan material bangunan dari daerah setempat. Dengan pola tersebut, program revitalisasi sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar sekolah.
Fajar menyebut evaluasi program pada 2025 menunjukkan pelaksanaan revitalisasi telah menyerap lebih dari 200 ribu tenaga kerja. Besaran anggaran setiap sekolah disesuaikan dengan tingkat kerusakan, mulai sekitar Rp100 juta hingga lebih dari Rp1 miliar. “Anggaran bervariasi tergantung tingkat kerusakan, ada yang Rp100 juta sampai juga di atas Rp1 miliar,” jelasnya.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengapresiasi dukungan Kemendikdasmen terhadap sekolah-sekolah di daerahnya. Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan bagi satuan pendidikan yang membutuhkan untuk meningkatkan kualitas fasilitas dan layanan pembelajaran.
“Program revitalisasi satuan pendidikan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan harapan dan manfaat bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan,” kata Lukman.
Ia menilai perbaikan sarana pendidikan merupakan bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bangkalan. Namun, keberlanjutan manfaat program juga bergantung pada kemampuan sekolah merawat fasilitas yang telah diperbaiki.
Lukman meminta kepala sekolah memastikan sarana yang telah direvitalisasi dirawat rutin melalui pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Jangan sampai satu tahun sudah buram catnya. Paling tidak sudah ada di anggaran BOS, jadi untuk perawatan juga harus diperhatikan,” ujarnya.
Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dapat digunakan dan dirawat dalam jangka panjang sehingga lingkungan sekolah tetap nyaman dan mendukung kegiatan belajar mengajar.
Revitalisasi sekolah dengan demikian tidak hanya menjadi upaya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah memperluas akses terhadap layanan pendidikan yang layak, memberdayakan masyarakat sekitar, serta mendorong peningkatan mutu pembelajaran di daerah.




