
Bireuen, Harian Cakrawala – Pemerintah Kabupaten Bireuen, Aceh, mendorong calon ulama muda untuk memperkuat pemahaman keislaman sekaligus meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai persoalan sosial. Tantangan tersebut meliputi penyalahgunaan narkoba, judi daring, kenakalan remaja, hingga kemerosotan moral generasi muda.
Bupati Bireuen, Mukhlis, menyampaikan hal itu saat membuka Pendidikan Kader Ulama (PKU) yang diselenggarakan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Bireuen di Aula Hotel Bireuen Jaya, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini diikuti 37 peserta dari perwakilan dayah dan kecamatan, serta dihadiri Wakil Bupati Bireuen, Razuardi.
Kader Ulama Perlu Memahami Perkembangan Zaman
Mukhlis menilai Pendidikan Kader Ulama berperan penting dalam menyiapkan penerus ulama yang mampu membimbing masyarakat. Menurutnya, calon ulama tidak cukup hanya menguasai ilmu keislaman, tetapi juga perlu memahami perubahan sosial dan tantangan yang dihadapi umat.
“Kita butuh ulama yang tidak hanya paham kitab kuning, tapi juga paham tantangan zaman, narkoba, judi online, kenakalan remaja, dan dekadensi moral,” ujarnya.
Ia berharap para peserta kelak aktif membina masyarakat dan mendukung penerapan syariat Islam melalui dakwah yang menyejukkan. Mukhlis juga menekankan pentingnya pendekatan yang mendidik dan mengutamakan keteladanan.
“Saya mengharapkan kepada adik-adik kader ulama dapat menjadi garda terdepan dalam penegakan syariat Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yang sejuk, yang mendidik, bukan yang menakut-nakuti,” pesannya.
Pemkab Dukung Peran Ulama dalam Pembangunan
Mukhlis menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan kader ulama melalui kebijakan dan anggaran. Ia juga menilai pandangan ulama penting sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah.
Dengan keterlibatan ulama, pemerintah berharap kebijakan yang lahir dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus selaras dengan nilai-nilai keislaman.
“Kita ingin setiap kebijakan yang lahir dari kebutuhan nyata masyarakat, didukung juga oleh pemikiran dari para ulama kita,” ungkapnya.
PKU Bekali Peserta dengan Ilmu Keislaman dan Wawasan Kebangsaan
Ketua MPU Kabupaten Bireuen, Tgk. Saifuddin Muhammad, menjelaskan bahwa PKU menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus ulama dan kepemimpinan umat di Bireuen, yang dikenal sebagai Kota Santri.
Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan formal. Sebaliknya, PKU menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk memperkuat keilmuan dan tanggung jawab calon ulama.
“Pelatihan ini bukan sekadar pelatihan rutin formalitas, melainkan sebuah ikhtiar berkelanjutan untuk menyiapkan estafet kepemimpinan umat di Kabupaten Bireuen Kota Santri,” imbuhnya.
Saifuddin, yang juga menjabat Imum Syiek Masjid Agung Sultan Jeumpa, meminta peserta mengikuti seluruh materi dengan sungguh-sungguh. Pembelajaran mencakup fikih, usul fikih, faraid, ilmu hadis, wawasan kebangsaan, serta pembahasan persoalan kontemporer.
Sebanyak 37 Peserta Lolos Seleksi
Ketua panitia pelaksana sekaligus Kepala Sekretariat MPU Kabupaten Bireuen, Saed Jamaluddin, menyampaikan bahwa seluruh peserta telah melewati seleksi administrasi dan kualifikasi. Mereka berasal dari perwakilan dayah dan kecamatan di Kabupaten Bireuen.
Menurutnya, PKU bertujuan meningkatkan penguasaan ilmu keislaman, memperkuat kemampuan calon ulama dalam menjawab persoalan umat, serta mempererat ukhuwah Islamiyah antarpeserta.
Untuk menunjang proses pembelajaran, panitia menghadirkan narasumber dari kalangan ulama, pimpinan dayah senior, pengurus MPU Kabupaten Bireuen dan MPU Aceh, akademisi, serta praktisi hukum Islam.
Melalui program ini, MPU Kabupaten Bireuen berharap dapat menyiapkan kader ulama yang berilmu, berintegritas, dan mampu mengikuti perkembangan masyarakat. Para kader juga diharapkan berkontribusi dalam pembinaan umat serta penerapan syariat Islam di daerah tersebut.
Sumber: InfoPublik / MC Kabupaten Bireuen. Naskah ditulis ulang oleh Harian Cakrawala.