OWSD Indonesia National Chapter Gelar Inclusive Collaborative Research Symposium 2025, Dorong Keberagaman dan Kepemimpinan Ilmiah di Indonesia

hariancakrawala— Organization for Women in Science for the Developing World (OWSD) – Indonesia National Chapter menyelenggarakan Inclusive Collaborative Research Symposium 2025 bertema “Fostering Diversity in Science” yang digelar di Inspiring Room, Unhas Hotel & Convention, Makassar. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat keberagaman, inklusivitas, dan kepemimpinan ilmiah di Indonesia, sekaligus memfasilitasi terbentuknya jejaring riset lintas institusi dan multidisiplin.

Penguatan Komitmen Keberagaman dalam Sains

Simposium OWSD-ICR 2025 dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin Jompa, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya menciptakan ruang pertemuan ilmiah yang terbuka dan inklusif bagi semua peneliti. Menurutnya, keberagaman bukan hanya memperkaya perspektif dalam sains, tetapi juga menjadi elemen kunci dalam menghasilkan inovasi yang berkelanjutan dan berdampak.

      Leadership Forum: Suara Para Pemimpin Kampus

Leadership Forum: Suara Para Pemimpin Kampus

Chair of OWSD Indonesia, Dr. Sri Fatmawati, turut memberikan sambutan dan menekankan bahwa OWSD berkomitmen memperluas akses, peluang, dan dukungan bagi perempuan ilmuwan serta kelompok yang masih kurang terwakili dalam ekosistem sains nasional. Ia menyampaikan bahwa simposium ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat jaringan ilmiah secara nasional dan memperluas kolaborasi di berbagai bidang riset.

Salah satu sesi yang menjadi sorotan dalam kegiatan ini adalah Leadership Forum, yang mempertemukan pimpinan perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia. Para perwakilan pimpinan institusi berbagi pandangan terkait tantangan, kebutuhan, dan strategi dalam membangun iklim akademik yang lebih setara, adil, serta mendukung kepemimpinan ilmiah perempuan.

Forum ini menghadirkan narasumber, antara lain Prof. Dr. Nur Atik, M.Kes dari Universitas Padjajaran (Unpad), Prof. Erma Suryani, Ph.D dari Institut Teknologi Kalimanatan (ITK), Prof. Euis Nurul Hidayah, ST., MT. dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPN Jatim) dan Dr. Sri Fatmawati dari Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2). Diskusi tersebut memperkaya perspektif peserta tentang peran institusi pendidikan tinggi dalam mendukung pengembangan riset inklusif serta membuka ruang kepemimpinan bagi generasi ilmuwan muda.

Simposium yang berlangsung mulai pukul 10.30 hingga 17.00 WITA ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, peneliti, dan profesional dari berbagai institusi di Indonesia. Peserta antusias mengikuti rangkaian sesi inspiratif yang mendorong kolaborasi dan merumuskan strategi memperkuat keberagaman dalam penelitian, inovasi, serta pendidikan sains di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, OWSD Indonesia berharap dapat memperluas kesadaran bahwa keberagaman adalah kekuatan utama dalam mendorong kemajuan sains nasional, sekaligus membangun komunitas ilmiah yang lebih inklusif, tangguh dan berdaya saing internasional.

Pos terkait