Harian Cakrawala – Tokyo, Jepang — Dekan Fakultas Syariah Universitas PTIQ Jakarta, Dito Alif Pratama, M.A., Ph.D., mengisi kajian spesial bersama masyarakat dan diaspora Indonesia di Jepang pada Kamis, 30 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Nusantara Akihabara, Tokyo tersebut dihadiri oleh 25 jamaah dari berbagai kalangan diaspora Indonesia yang tinggal Tokyo dan sekitarnya.
Acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan tahlil sebagai bentuk doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan kajian keislaman yang mengangkat tema “Memahami Hakikat Hijrah bagi Diaspora.”
Dalam pemaparannya, Dito Alif Pratama menjelaskan bahwa makna hijrah tidak hanya dipahami sebagai perpindahan secara fisik dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga memiliki dimensi maknawi yang jauh lebih luas, yakni semangat untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan serta akhlak.

“Hijrah tidak melulu dipahami secara hakiki atau fisik, tetapi juga memiliki makna maknawi, yaitu semangat untuk terus memperbaiki diri menuju pribadi yang lebih baik. Bagi diaspora Indonesia, hijrah juga harus dimaknai sebagai wasilah mujahadah yang dibangun di atas pondasi keimanan yang kuat, sekaligus menjadi ikhtiar untuk menjaga kecintaan kepada tanah air Indonesia. Nilai Hubbul Wathan minal Iman harus tetap hidup di mana pun kita berada,” ujar Dito.
Menurutnya, kehidupan sebagai diaspora menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjaga identitas keislaman, kebangsaan, dan nilai-nilai luhur Indonesia. Oleh karena itu, diaspora Indonesia diharapkan mampu menjadi duta bangsa yang menampilkan wajah Islam yang moderat, ramah, dan membawa kemaslahatan di tengah masyarakat internasional.
Sementara itu, Pengurus Masjid Nusantara Akihabara Tokyo, Muhammad Anwar, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dito Alif Pratama yang telah berbagi ilmu dan motivasi kepada masyarakat Indonesia di Jepang.
“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kehadiran Dr. Dito Alif Pratama di Masjid Nusantara Akihabara. Kajian ini memberikan penguatan spiritual sekaligus motivasi bagi diaspora Indonesia agar tetap istiqamah dalam menjalankan nilai-nilai Islam serta terus menjaga kecintaan terhadap Indonesia meskipun berada di luar negeri,” ujar Muhammad Anwar.
Kajian ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdialog mengenai berbagai tantangan kehidupan sebagai diaspora, mulai dari menjaga identitas keislaman, membangun keluarga yang religius, hingga memperkuat kontribusi positif masyarakat Indonesia di Jepang.
Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara akademisi, tokoh masyarakat, dan diaspora Indonesia dalam membangun komunitas yang religius, berwawasan global, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.





