Harian Cakrawala – Pertamina menyiagakan 52 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi selama 24 jam untuk mengatasi antrean BBM di Bali. Langkah ini merespons antrean panjang yang terjadi di Denpasar dalam beberapa hari terakhir akibat dinamika distribusi bahan bakar minyak (BBM).
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mengambil langkah tersebut untuk menjaga kelancaran pasokan energi bagi masyarakat dan wisatawan.
Selain memperpanjang jam operasional SPBU, Pertamina menyesuaikan jumlah personel sesuai kebutuhan. Upaya ini bertujuan menjaga keandalan operasional sekaligus mencegah kelelahan pekerja.
Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan Pertamina akan memperbarui daftar SPBU yang beroperasi 24 jam secara berkala.
“Daftar SPBU 24 jam akan terus diperbarui berkala sesuai kondisi di lapangan,” kata Ahad melalui keterangan resmi, Rabu (14/10/2026).
Pertamina Tambah Pasokan BBM di Bali
Untuk mendukung operasional SPBU, Pertamina mengerahkan kapal tanker guna menambah pasokan BBM secara bertahap.
Pengiriman pertama berlangsung pada Rabu (7/10) dan Minggu (11/10). Kedua pengiriman tersebut membawa 18.000 kiloliter Pertalite dan 2.500 kiloliter Pertamax ke Terminal BBM Manggis.
Pertamina juga menjadwalkan tambahan pasokan sebesar 26.200 kiloliter BBM pada Senin (12/10), Rabu (14/10), dan Jumat (16/10). Pengiriman tersebut menyasar Terminal BBM Sanggaran di Denpasar dan Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem.
Penambahan pasokan ini penting karena konsumsi Pertalite di Bali mencapai rata-rata 2.200 kiloliter per hari.
Infrastruktur BBM Bali Dukung Distribusi Energi
Data per Maret 2026 mencatat Bali memiliki 214 SPBU, empat SPBU Nelayan, dan 146 Pertashop. Bali juga memiliki 20 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE), yang terdiri atas 16 fasilitas subsidi dan empat fasilitas nonsubsidi.
Infrastruktur tersebut mendukung penyaluran energi bagi masyarakat dan sektor pariwisata di Pulau Dewata.
Pertamina Minta Maaf atas Antrean BBM
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas antrean BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Simon memahami bahwa antrean tersebut mengganggu aktivitas masyarakat. Ia menegaskan bahwa kendala teknis distribusi maupun peningkatan konsumsi BBM tidak dapat menjadi alasan untuk mengabaikan kondisi warga.
“Pertama-tama atas nama PT Pertamina Persero, saya selaku direktur utama menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya khususnya bagi warga Bali atas kejadian antrean yang beberapa hari ini kita alami bersama, khususnya di SPBU-SPBU yang berada di wilayah Bali,” ujar Simon melalui keterangan resmi, Selasa (13/10/2026).
Simon menambahkan bahwa Pertamina, Pertamina Patra Niaga, dan Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan langkah penanganan. Upaya tersebut bertujuan mempercepat pemulihan distribusi BBM dan mengatasi antrean di SPBU.





