BPIP Ajak Masyarakat Memahami Sejarah Lahirnya Pancasila, Bukan Sekadar Seremoni

Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Tonny Agung Arifianto, dalam konferensi pers peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Jakarta, Jumat (29/5/2026). (BPIP)

Harian Cakrawala – Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Tonny Agung Arifianto, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat untuk memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026.

Hal itu disampaikan Tonny dalam konferensi pers peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Menurut Tonny, upacara tingkat nasional akan digelar di Gedung Pancasila, Jakarta. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki nilai sejarah sebagai tempat berlangsungnya sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) dari 29 Mei hingga 1 Juni 1945 tentang dasar negara serta sidang kedua 10-16 Juli 1945 untuk mempersiapkan rancangan konstitusi negara dan struktur pemerintahan. “Kenapa kita pilih venue-nya di Gedung Pancasila, untuk menunjukkan kepada publik dan memberikan edukasi bahwa Gedung Pancasila adalah saksi sejarah lahirnya Pancasila,” ujar Tonny.

Ia menjelaskan, Gedung Pancasila menjadi tempat berlangsungnya sidang BPUPK yang dipimpin Radjiman Wedyodiningrat. Karena itu, pelaksanaan upacara di lokasi tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran sejarah bagi masyarakat.

Tonny mengatakan BPIP sebenarnya ingin melibatkan masyarakat lebih luas dalam upacara tersebut. Namun, kapasitas lokasi yang terbatas dan ketentuan protokoler kenegaraan membuat jumlah undangan harus dibatasi.

Menurutnya, sekitar 405 undangan disiapkan untuk mengikuti upacara secara langsung. Undangan tersebut terdiri atas pejabat tinggi negara, perwakilan kementerian dan lembaga, perwakilan agama, tokoh negara, serta tamu undangan lainnya.

Meski upacara puncak digelar terbatas, Tonny menyebut masyarakat tetap dapat berpartisipasi dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila. Salah satunya melalui kegiatan bakti sosial yang digelar BPIP pada 31 Mei 2026.

Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pasar murah, serta berbagai kegiatan sosial lainnya yang dapat diikuti masyarakat.

Tonny menambahkan, masyarakat juga dapat menyaksikan upacara tingkat nasional secara langsung melalui kanal media sosial BPIP dan siaran televisi nasional.

Dengan demikian, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya terpusat pada upacara kenegaraan, tetapi juga menjadi ruang partisipasi publik dalam mengamalkan nilai Pancasila melalui kegiatan sosial.

 

SUMBER

Pos terkait