LAMONGAN, 23 April 2026 – SMK NU 2 Kedungpring Lamongan sukses menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Pemasaran Bisnis Digital sebagai puncak dari implementasi program Project Based Learning (PjBL) yang telah berjalan secara intensif selama enam bulan. Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi siswa kelas XII untuk menunjukkan kompetensi nyata mereka dalam mendampingi pelaku UMKM lokal guna memperluas jangkauan pasar melalui strategi distribusi konten digital yang terukur.
Program PjBL ini dirancang sebagai model pembelajaran yang berfokus pada eksplorasi siswa terhadap tantangan dunia industri. Selama satu semester penuh, siswa berperan aktif sebagai mitra strategis bagi UMKM di Kabupaten Lamongan, mulai dari penguatan product knowledge hingga eksekusi distribusi konten pemasaran secara masif. Langkah strategis ini merupakan buah sinergi antara pihak sekolah dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan Kabupaten Lamongan, serta didukung penuh oleh Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI).
Kepala SMK NU 2 Kedungpring Lamongan, Anik Khoiriyah, S.Pd., menegaskan bahwa sekolah memiliki komitmen besar dalam menciptakan lulusan yang solutif. “UKK ini adalah pembuktian kualitas. Siswa kami tidak hanya lulus secara administratif, tetapi telah memiliki portofolio nyata dalam menggerakkan roda ekonomi UMKM melalui keahlian digital yang mereka miliki,” ungkapnya.
Dari sisi kurikulum teknis, Nur Hidayati, S.Ab., selaku Kepala Program Jurusan Bisnis Digital (BD), menjelaskan bahwa fokus PjBL ini adalah ketajaman strategi. “Siswa dilatih untuk membedah nilai jual produk dan memastikan pesan tersebut terdistribusi efektif di ekosistem digital. Hasilnya, dampak nyata dirasakan langsung oleh omzet pelaku usaha mitra sekolah,” tambahnya. Hal ini diperkuat oleh Waka Humas SMK NU 2 Kedungpring, Moh Syafiudin, S.Pd., yang menyatakan bahwa keterlibatan industri adalah kunci utama keberhasilan link and match pendidikan vokasi.
Hadir sebagai penguji eksternal dalam UKK ini adalah Ahmad Madani, seorang pakar dan praktisi pemasaran yang memiliki rekam jejak luas di dunia vokasi. Selain menjabat sebagai Sekjen KOMISI Nasional dan Juri LKS Digital Marketing Tingkat Nasional, Ahmad Madani merupakan narasumber tamu yang telah mengunjungi dan memberikan pendampingan di lebih dari 400 SMK Pemasaran di seluruh Indonesia.
“Kualitas yang ditunjukkan siswa SMK NU 2 Kedungpring dalam UKK kali ini sangat impresif. Mereka mampu menerjemahkan pemahaman produk ke dalam strategi distribusi konten yang tepat sasaran. Ini adalah kualitas talenta yang sangat dibutuhkan industri digital saat ini,” ungkap Ahmad Madani di sela-sela proses pengujian.
Para siswa yang mengikuti ujian, di antaranya Nayla Raysa, Dicky Maulidi, dan Anggun Ferlita, mengungkapkan bahwa pengalaman lapangan selama 6 bulan memberikan perspektif profesional yang luar biasa. Mereka merasa jauh lebih siap menghadapi tantangan karier karena telah terbiasa memecahkan masalah pemasaran yang nyata di lapangan.
Kegiatan UKK ini menegaskan posisi SMK NU 2 Kedungpring Lamongan sebagai institusi yang adaptif, sekaligus membuktikan bahwa sinergi antara sekolah, pemerintah daerah, dan pakar industri mampu melahirkan generasi emas yang kompeten di era ekonomi digital.
Tentang SMK NU 2 Kedungpring Lamongan
Institusi pendidikan vokasi unggulan di Kabupaten Lamongan yang berkomitmen melahirkan lulusan mandiri dan kompeten di bidang bisnis digital melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek dunia nyata.
Tentang KOMISI
Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) adalah wadah profesional pemasaran terbesar di tanah air yang berdedikasi meningkatkan standar profesi penjualan melalui kolaborasi strategis dengan dunia pendidikan dan industri.





