Harian Cakrawala – TARAKAN, 9 SEPTEMBER 2026 – Ketua Umum Pengurus Pusat IKA Universitas Airlangga (UNAIR) yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan IKA UNAIR dapat menjadi jembatan untuk memperkuat kolaborasi dan membangun jejaring lintas sektor antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara.
Kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan pada penguatan jejaring alumni, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kekuatan bersama untuk mendorong berbagai kerja sama konkret, mulai dari pendidikan, peternakan hingga penguatan sumber daya manusia.
Hal tersebut ditegaskan Khofifah saat menghadiri Forum Silaturahmi bersama IKA UNAIR Provinsi Kalimantan Utara di Hotel Tarakan Plaza & Convention Center, Selasa (8/9) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah melakukan forum dialog yang berlangsung interaktif dan konstruktif.
Beberapa alumni berkesempatan menyampaikan aspirasi, termasuk bagaimana IKA UNAIR bisa mengoptimalkan jejaring alumni untuk membuka akses dan ruang afirmasi bagi putra-putri Kalimantan Utara yang berkeinginan melanjutkan pendidikan ke Pulau Jawa.
Khofifah menyampaikan bahwa Pemprov Jatim membuka ruang bagi putra-putri dari luar Jatim dalam pengembangan sekolah berasrama contohnya SMA Taruna yang ada di Jawa Timur.
Ia menyebutkan, terdapat porsi sekitar 20 persen bagi peserta didik non-Jawa Timur pada pengembangan sekolah berasrama yang didukung melalui APBD. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan SDM Jatm sekaligus kontribusi bagi daerah lain.
“Ada kebijakan alokasi kuota penerimaan siswa baru pada sekolah berasrama (boarding school) di Jawa Timur yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” kata Gubernur Khofifah.
“Khusus kuota luar daerah sebesar 20 persen kapasitas sekolah disediakan khusus untuk siswa dari luar Provinsi Jawa Timur,” imbuhnya.
Khofifah menilai, kesempatan ini bisa dimanfaatkan jejaring IKA UNAIR Kaltara untuk memberikan kontribusi pendidikan khususnya peningkatan kualitas SDM bagi anak-anak yang tinggal di perbatasan.
Ia menyebut, skema seperti ini bisa dikuatkan lewat kerja sama IKA UNAIR dengan Dinas Pendidikan Pemprov Kaltara dan Jawa Timur. Ia berharap, skema tersebut dapat menampung anak-anak daerah yang memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan namun membutuhkan dukungan akses dan jejaring.
“Kalau kemudian Dinas Pendidikan Kaltara bisa melakukan MoU dengan Dinas Pendidikan Jawa Timur diinisiasi oleh IKA UNAIR ini akan sangat baik, seat 20 persen ini bisa menjadi ruang bagi anak-anak Kaltara, terutama dari wilayah perbatasan,” katanya.
Selain sektor pendidikan, Khofifah juga menjelaskan bahwa jejaring alumni Unair memiliki potensi besar untuk mempertemukan para pelaku usaha dari Jawa Timur dan Kalimantan Utara melalui business matching.
“Tadi disampaikan ada alumni Unair yang memiliki usaha peternakan sapi, ini bisa kita fasilitasi untuk _business matching_. Kita bangun jejaring, kita pertemukan supply chain antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara,” ungkapnya.
Ia menyebut bahwa di Jawa Timur terdapat fasilitas dan sumber daya yang dapat mendukung pengembangan peternakan, termasuk ketersediaan bibit sapi unggul seperti Wagyu, Belgian Blue atau Peranakan Ongole melalui BBIB milik Kementan yang ada di Jawa Timur.
Khofifah menilai, potensi tersebut dapat dikolaborasikan dengan kebutuhan pengembangan peternakan di Kalimantan Utara. Dengan dukungan jejaring alumni dan pemerintah daerah, kerja sama tidak berhenti pada penyediaan bibit, tetapi dapat dikembangkan hingga budidaya, peningkatan kualitas ternak, serta penguatan rantai pasok.
Lebih lanjut, Khofifah juga menyinggung posisi strategis Jawa Timur sebagai salah satu simpul konektivitas logistik nasional. Dari 41 trayek tol laut yang ada, sebanyak 24 trayek berangkat dari Surabaya. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menjadi salah satu modal untuk memperkuat konektivitas distribusi antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara.
“Jadi kalau kita bicara _supply chain_, Jawa Timur punya modal yang cukup kuat. Dari 41 jalur tol laut, 24 di antaranya dari Surabaya. Kemudian di Jatim ada BBIB Singosari milik Kementan. Ini semua bisa kita koneksikan untuk memperkuat kerja sama dengan Kaltara,” katanya.
Diakhir, Khofifah berharap jejaring IKA UNAIR di Kalimantan Utara dapat menjadi penggerak untuk menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama tersebut.
“Cak dan Ning semua, terima kasih. Saya kira ini semuanya hal yang sangat substantif. Mari kita bangun _meeting of minds_, kita cocokkan pikiran, kita lihat apa kebutuhan Kaltara dan apa yang bisa juga dikontribusikan Jawa Timur agar saling menguatkan,” pungkasnya.





