Harian Cakrawala – Jombang, 1 November 2026 — Pengurus Idarah Syu’biyyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu‘tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Jombang menggelar Silaturahim dan Musyawarah Kubra bersama jajaran pengurus tingkat kecamatan dan Wathanah di Auditorium Institut Agama Islam Bani Fattah (IAIBAFA) Jombang, Ahad (1/11).
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-69 JATMAN tersebut mengusung tema “Memasyarakatkan Tarekat untuk Membangun Ruhani dan Akhlak Umat”. Forum ini menjadi momentum memperkuat soliditas pengurus sekaligus meneguhkan peran organisasi dalam membina kehidupan spiritual masyarakat.
Mudir Idarah Syu’biyyah JATMAN Jombang KH. M. Hamid Bishri, M.Si., dalam sambutan pengarahannya menyampaikan bahwa tarekat merupakan jalan untuk memperbaiki kualitas hati. Menurutnya, kondisi hati memiliki pengaruh mendasar terhadap pikiran, tindakan, dan perangai seseorang.
“Manusia membutuhkan tarekat sebagai jalan untuk memperbaiki kualitas hati. Hati yang baik akan melahirkan pikiran, perbuatan, dan perangai yang baik, serta membawa manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa pembinaan hati perlu terus diupayakan sebagai bagian dari ikhtiar membangun akhlak umat. Dengan hati yang terjaga, pengamalan ajaran agama diharapkan semakin tercermin dalam perilaku sehari-hari.
Sementara itu, Rais Idarah Syu’biyyah JATMAN Jombang Dr. KH. Abd. Kholiq Hasan, M.HI., menegaskan bahwa inti ajaran tarekat adalah tazkiyatun nafs, yakni proses membersihkan jiwa dan mengendalikan hawa nafsu secara berkelanjutan.
“Inti tarekat adalah tazkiyatun nafs, membersihkan dan mengendalikan hawa nafsu. Karena itu, memasyarakatkan tarekat menjadi tanggung jawab bersama. Setiap orang membutuhkan pembinaan ruhani untuk memperbaiki kualitas dirinya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran JATMAN sebagai rumah besar bagi berbagai tarekat mu‘tabarah sekaligus pelayan para mursyid. Peran tersebut perlu terus diperkuat untuk mendukung pembinaan umat dan menjaga kesinambungan tradisi ketarekatan.
“JATMAN adalah rumah besar bagi berbagai tarekat dan pelayan para mursyid. Tarekat merupakan penyempurna pengamalan tauhid dan syariat, sehingga keberadaannya perlu terus diperkuat dan dimasyarakatkan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan manaqib dan mahallul qiyam, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, tawassul iftitah, pembacaan Shalawat Thariqiyyah, serta istighatsah.
Usai penyampaian arahan dan amanat, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Kubra yang melibatkan pengurus Idarah Ghusniyyah dan Wathanah. Musyawarah menjadi ruang koordinasi dan konsolidasi untuk memperkuat peran serta program organisasi dalam mengembangkan kegiatan ketarekatan di wilayah Jombang.
Melalui pertemuan ini, JATMAN Jombang berharap hubungan antarpengurus semakin solid dan gerakan memasyarakatkan tarekat semakin luas. Peringatan Harlah ke-69 sekaligus menjadi peneguhan komitmen untuk menjaga tradisi tarekat mu‘tabarah serta meningkatkan kontribusi organisasi dalam membangun kehidupan ruhani dan akhlak umat.





