Harian Cakrawala – SURABAYA, 31 OKTOBER 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar _Business Matching_ antara pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Jawa Timur dengan pelaku usaha Jepang di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (30/10) malam.
Kegiatan ini sengaja digelar untuk mendorong pelaku UKM Jatim yang ingin eksport segera melakukan penyesuaian pada produk mereka agar sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku di Jepang.
Sekitar 40 UKM Jawa Timur dengan berbagai macam komoditi mengikuti kegiatan ini. Seperti produk keripik, kerupuk, lele, mangga arum manis, sambal, bumbu pecel, bumbu dapur, petis, cabai rawit, cabai keriting, _frozen food_, air mineral, dsb.
“Banyak sekali varian-varian yang didisplay kali ini, ada mangga arum manis, ada cabai, ada sambel, ada petis madura, air mineral santri ini dari OPOP,” tegasnya.
Gubernur Khofifah mengajak pelaku usaha Jepang untuk mengkurasi secara langsung produk-produk UKM Jatim, di saat yang sama UKM-UKM akan mendapatkan _feedback_ langsung dari pelaku usaha Jepang.
“Di sini hadir langsung CEO Sariraya Co. Ltd. Teguh Wahyudi, beliau langsung yang melakukan kurasi produk-produk kita dari Jawa Timur,” kata Gubernur Khofifah.
“Dengan begitu, UKM-UKM kita ini akan tahu apa yang dibutuhkan di Jepang dan bagaimana produknya bisa tembus ke pasar Jepang. Pak Teguh dan timnya yang tahu produk seperti apa yang bisa masuk ke Jepang,” jelasnya.
Orang nomor satu di Jatim ini mengatakan bahwa kesempatan ini merupakan peluang besar bagi UKM-UKM Jawa Timur untuk naik kelas dan dapat melebarkan sayapnya. Oleh sebab itu, Gubernur Khofifah berpesan agar UKM-UKM Jawa Timur ini bisa segera menyesuaikan dan melengkapi.
“Peluang ini dibawa oleh Sariraya Co. Ltd., harapan saya _feedback_ yang diberikan Pak Teguh kepada masing-masing UKM tadi bisa segera ditindaklanjuti oleh UKM-UKM kita, sehingga ini akan menjadi jalan pembuka untuk ekspor kita ke Jepang,” jelasnya.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini optimis bahwa ke depan produk-produk UKM Jawa Timur akan mampu bersaing tidak hanya di lokal Jawa Timur dan level nasional, tetapi juga berjaya di level internasional. Momentum ini harus menjadi motivasi dan semangat bersama bahwa ada peluang yang hadir di depan mata.
“Kesempatan ini luar biasa, ada Sariraya yang siap membantu UKM kita, OPOP kita, hanya bagaimana kita harus bisa memenuhi standar regulasi dan persyaratan yang dibutuhkan, insyaallah ini jalan untuk UKM – UKM kita lebih sukses,” harapnya.
Pelaku usaha Jepang yang hadir langsung dalam business matching ini yaitu CEO Sariraya Co. Ltd. Teguh Wahyudi bersama tim tidak hanya datang untuk sekadar melihat tetapi juga melakukaj kurasi terhadap tiap-tiap UKM yang mendisplay produknya.
Sariraya Co. Ltd. sendiri merupakan pelopor bisnis dan importir produk makanan halal asal Indonesia di Jepang yang didirikan pada tahun 2005.
Di kesempatan ini Teguh menyampaikan reviewnya bahwa sejauh ini produk-produk UKM Jawa Timur yang dipamerkan pada Business Matching kali ini luar biasa bagus. Namun Pelaku Usaha Jepang asal Tuban ini mengaku perlu ada _improve_ di masing-masing produk UKM.
Teguh menyebut selain kualitas ada dua hal penting yang harus ada di produk UKM Jawa Timur agar dapat masuk ke Jepang. Yaitu ada komposisi yang menyebutkan secara detail kandungan dalam produknya, dan _packaging_ yang menarik.
“Untuk bisa masuk ke pasar Jepang maka ada beberapa hal yang harus kita ketahui, diantaranya adalah bagaimana caranya produk ini dibuat. Oleh karena itu syarat utama kita harus mencantumkan yang namanya _ingredient_ atau komposisi produk,” sebutnya.
Teguh Wahyudi juga mengatakan pihaknya akan setiap membantu dan mendampingi UKM-UKM Jawa Timur yang ingin menembus pasar Jepang. Ia meminta agar UKM Jawa Timur tidak segan untuk berkomunikasi dan berkonsultasi dengan Tim Sariraya Co. Ltd. yang ada di Jawa Timur.
Dari hasil business matching ini, ada 25 pelaku usaha yang sudah disetujui untuk segera dilakukan pengiriman dengan nilai potensi transaksi mencapai Rp. 1.133.260.946.000,-
Semoga dengan kegiatan ini memicu semangat para pelaku usaha/IKM untuk meningkatkan kualitas produknya sehingga bisa diterima di pasar global.





