Harian Cakrawala – Drone di sektor pertanian menjadi salah satu inovasi teknologi yang mendorong modernisasi kegiatan pertanian di Indonesia. Teknologi pesawat tanpa awak ini membantu petani mengelola lahan secara lebih efisien, mulai dari pemantauan kondisi tanaman, pemetaan lahan, hingga penyemprotan pupuk dan pestisida.
Pemanfaatan drone tidak lagi terbatas pada fotografi dan pemantauan udara. Kini, teknologi tersebut dapat membantu berbagai kegiatan pertanian, mulai dari pemetaan lahan, pemantauan kondisi tanaman, hingga penyemprotan pupuk dan pestisida.
Pemanfaatan Drone di Sektor Pertanian untuk Memantau Tanaman
Drone pertanian menggunakan kamera dan sensor untuk mengambil gambar serta mengumpulkan data dari area perkebunan maupun persawahan. Data tersebut membantu petani mengenali kondisi tanaman dan mengidentifikasi area yang membutuhkan penanganan khusus.
Teknologi ini juga mendukung penerapan pertanian presisi atau precision agriculture. Melalui pendekatan tersebut, petani dapat menentukan kebutuhan tanaman berdasarkan kondisi lahan sehingga penggunaan air, pupuk, dan pestisida menjadi lebih terukur.
Penyemprotan Pertanian Lebih Efisien
Selain untuk pemantauan, petani juga memanfaatkan drone sebagai alat penyemprot. Drone sprayer dapat menjangkau area pertanian yang luas dalam waktu relatif singkat. Teknologi ini sekaligus membantu mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk penyemprotan secara manual.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turut mengembangkan teknologi drone penyemprot untuk mendukung kegiatan pertanian. Pada Oktober 2025, BRIN mengembangkan desain bilah drone sprayer yang disesuaikan dengan karakteristik tanaman bawang merah.
Pengembangan tersebut berawal dari kebutuhan petani hortikultura terhadap teknologi penyemprotan yang lebih aman bagi tanaman. Desain bilah khusus diharapkan dapat mengurangi dampak hembusan angin drone terhadap daun bawang merah yang relatif rapuh.
BRIN juga merencanakan pengembangan sistem drone sprayer terintegrasi, termasuk desain nozzle dan sistem penyemprotan biofertilizer. Inovasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan teknologi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan petani Indonesia.
Pemerintah Dorong Modernisasi Pertanian
Sementara itu, Kementerian Pertanian terus mendorong modernisasi pertanian melalui pemanfaatan drone. Salah satunya melalui keterlibatan petani dalam pengoperasian drone pertanian di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Maret 2026.
Penerapan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat kegiatan tanam dan meningkatkan produktivitas padi. Selain itu, keterlibatan petani dalam pengoperasian drone juga bertujuan memperkuat kemampuan sumber daya manusia dalam menghadapi perkembangan teknologi pertanian.
Tantangan Penggunaan Drone di Sektor Pertanian
Meski menawarkan berbagai manfaat, penggunaan drone di sektor pertanian masih menghadapi sejumlah tantangan. Petani perlu mempertimbangkan biaya pengadaan perangkat, keterampilan operator, pemeliharaan alat, serta kebutuhan pelatihan sebelum menggunakan drone.
Oleh karena itu, pemerintah, lembaga penelitian, dan pelaku industri perlu memberikan dukungan untuk memperluas penerapan teknologi tersebut. Pendampingan kepada petani juga penting agar mereka mampu mengoperasikan drone secara tepat dan aman.
Dengan perkembangan teknologi yang terus berlangsung, drone berpotensi menjadi salah satu perangkat penting dalam modernisasi pertanian Indonesia. Pemanfaatannya diharapkan dapat membantu petani bekerja lebih efisien, mengoptimalkan pengelolaan lahan, serta mendukung ketahanan pangan nasional.




