Harian Cakrawala – KUALA LUMPUR — Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas PTIQ Jakarta menyelenggarakan program “DKM Goes Global” di Malaysia pada 23–25 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional yang bertujuan memperluas wawasan dan kapasitas pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dalam mengelola lembaga keagamaan secara profesional dan berwawasan global.
Program ini diikuti oleh perwakilan pengurus DKM di sekitar Jakarta, di antaranya pengurus DKM Masjid Al-Fajri dan Musholla Halimatussa’diyah, Jakarta Selatan. Melalui program ini, para pengurus masjid diajak untuk melihat langsung praktik pengelolaan lembaga keislaman di luar negeri sekaligus membangun jejaring dengan komunitas muslim Indonesia di Malaysia. Kegiatan turut memperoleh dukungan dari Santri Mengglobal Foundation, serta berlangsung dengan melibatkan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) sebagai mitra di Malaysia.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama untuk mendorong santri dan pengelola masjid Indonesia agar mampu berkiprah di kancah internasional.
Selama kegiatan, rombongan melaksanakan serangkaian kunjungan lapangan ke sejumlah masjid bersejarah dan ikonik di Malaysia, di antaranya Masjid Putra, Putrajaya; Masjid Jamek, Kuala Lumpur; Masjid India, Kuala Lumpur; dan Masjid Yayasan Mohamed Noah, Genting Highlands. Rombongan juga melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. Rangkaian kunjungan ini menjadi sarana bagi para peserta untuk mengamati langsung tata kelola masjid, praktik keagamaan, serta pelayanan bagi masyarakat Indonesia di luar negeri.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta, Dito Alif Pratama, M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata pengabdian perguruan tinggi yang tidak berhenti di ruang kelas. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang belajar untuk memahami konteks fiqh dan hukum Islam dalam bingkai lintas negara.
“DKM Goes Global lahir dari keyakinan bahwa masjid adalah pusat peradaban. Ketika pengurusnya memiliki wawasan global dan tata kelola yang baik, maka manfaat masjid akan jauh lebih luas bagi umat.
Selain itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memahami bagaimana fiqh dan hukum Islam diterapkan dalam konteks yang berbeda antarnegara. Kami ingin pengabdian ini menjadi jembatan antara kampus, masyarakat, dan komunitas muslim di berbagai negara,” ujar Dito Alif Pratama.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Mashudi, M.Pd., yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Bapak Haidir Ali selaku Penanggung Jawab PKM Internasional SIKL Malaysia, menyambut baik kehadiran rombongan dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut.
“Kami menyambut baik program DKM Goes Global ini. Kehadiran para pengurus masjid yang juga diantaranya mahasiswa Universitas PTIQ Jakart dari Indonesia memperkuat silaturahmi dan tukar pengalaman dalam mengelola pendidikan serta kegiatan keagamaan bagi masyarakat Indonesia di Malaysia,” kata Haidir Ali.
Melalui DKM Goes Global, Fakultas Syariah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta berharap dapat melahirkan model pengabdian internasional yang berkelanjutan, memperkuat kapasitas kelembagaan DKM, serta memperluas kontribusi masjid sebagai pusat pemberdayaan umat di tingkat global.


