Harian Cakrawala – Kabupaten Bogor, Rabu 4 Februari 2026, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Bakti Sosial berupa Seminar Anti Bullying. Kegiatan ini dilaksanakan di MTs Al Mujahidin, Desa Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, sebagai upaya mitigasi dini terhadap perilaku perundungan di lingkungan sekolah.
Seminar Anti Bullying ini menjadi salah satu rangkaian program kerja DEMA FDIKOM Kabinet Beragam, yang berfokus pada isu-isu sosial dan perlindungan anak. Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa-siswi MTs Al Mujahidin dengan antusias, didampingi oleh para guru dan tenaga pendidik. Melalui seminar ini, peserta diajak untuk memahami bahaya bullying, bentuk-bentuknya, serta dampak jangka pendek dan panjang yang dapat ditimbulkan terhadap korban.
Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, Bapak Asep Saepudin, S.Pd.I, selaku Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa bullying bukanlah persoalan sepele dan sering kali dianggap wajar dalam dunia pendidikan, padahal memiliki konsekuensi serius terhadap tumbuh kembang anak.

“Bullying bisa terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari verbal, fisik, hingga psikologis. Jika tidak dicegah sejak dini, dampaknya dapat memengaruhi kepercayaan diri, prestasi akademik, bahkan kesehatan mental anak,” ujar Asep Saepudin dalam sesi materi. Ia juga mengajak para siswa untuk berani berbicara dan melapor apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Selain itu, Bapak Asep menegaskan pentingnya peran semua pihak, baik sekolah, keluarga, maupun masyarakat, dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak. Menurutnya, edukasi seperti seminar ini menjadi langkah strategis dalam menanamkan nilai empati, saling menghargai, dan kepedulian sejak usia dini.
Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa pemilihan tema Anti Bullying dilatarbelakangi oleh masih maraknya kasus perundungan di lingkungan pendidikan, termasuk di daerah-daerah yang jauh dari pusat kota. DEMA FDIKOM UIN Jakarta melihat perlunya pendekatan edukatif dan persuasif untuk mencegah terjadinya bullying sebelum berdampak lebih luas.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal awal bagi adik-adik di MTs Al Mujahidin untuk memahami apa itu bullying dan bagaimana cara menghindarinya. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami sebagai mahasiswa untuk hadir dan berkontribusi langsung di tengah masyarakat,” ungkap salah satu pengurus DEMA FDIKOM Kabinet Beragam.
Dalam sesi diskusi, para siswa terlihat aktif bertanya dan berbagi pengalaman seputar pergaulan di sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa isu bullying merupakan persoalan nyata yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Suasana seminar berlangsung interaktif dan penuh kehangatan, mencerminkan pendekatan yang ramah anak dan edukatif.
Di akhir kegiatan, pengurus DEMA FDIKOM Kabinet Beragam menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak MTs Al Mujahidin atas kesempatan dan sambutan hangat yang diberikan. Mereka juga mengapresiasi kehadiran narasumber yang telah memberikan materi secara komprehensif dan mudah dipahami oleh para siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak MTs Al Mujahidin dan Bapak Asep Saepudin atas kerja sama dan kepercayaannya. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying,” ujar perwakilan DEMA FDIKOM dalam sambutannya.
Ucapan tersebut disambut baik oleh perwakilan pihak MTs Al Mujahidin, yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan seminar ini. Pihak sekolah mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya edukasi langsung mengenai anti bullying bagi para siswa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Anak-anak jadi lebih paham tentang bahaya bullying dan pentingnya saling menghargai. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” tutur perwakilan guru MTs Al Mujahidin.
Melalui kegiatan Bakti Sosial ini, DEMA FDIKOM UIN Jakarta tidak hanya menjalankan fungsi organisasi kemahasiswaan, tetapi juga berperan aktif dalam upaya perlindungan anak dan pembangunan karakter generasi muda. Seminar Anti Bullying di MTs Al Mujahidin diharapkan mampu menjadi langkah preventif yang berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.





