Harian Cakrawala – Coding dan AI semakin penting bagi guru di tengah perkembangan teknologi pendidikan. Guru perlu memahami teknologi tersebut agar dapat mengikuti perubahan metode pembelajaran dan mendampingi siswa menghadapi era digital.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas akses pelatihan bagi guru melalui program Pelatihan Mandiri dan Diklat Bauran Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PMKKA).
Program tersebut membantu guru memahami perkembangan teknologi sekaligus menerapkannya dalam proses pembelajaran. Kemendikdasmen menyampaikan informasi tersebut melalui sosialisasi pada 18 September 2026.
Pelatihan Coding dan AI untuk Guru
Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) membuka kesempatan bagi lebih banyak guru untuk mengikuti pengembangan kompetensi. Program tersebut menyasar guru SMA, SMK, dan SLB.
Selain guru, kegiatan sosialisasi juga melibatkan kepala sekolah, pengawas, pengelola program, serta perwakilan dinas pendidikan. Langkah tersebut bertujuan memperluas pemahaman tentang coding dan AI di lingkungan pendidikan.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengatakan pengembangan kompetensi guru perlu menghasilkan perubahan dalam praktik pembelajaran. Guru tidak hanya perlu memahami materi, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata di kelas.
Melalui PMKKA, guru mendapat kesempatan mempelajari pembelajaran mendalam, coding, dan kecerdasan artifisial. Program ini juga mendorong guru menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan peserta didik.
Coding Membantu Siswa Berpikir Sistematis
Pembelajaran coding tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membuat program komputer. Kegiatan tersebut juga dapat membantu siswa mengembangkan cara berpikir yang lebih terstruktur.
Kemendikdasmen menjelaskan bahwa koding dapat mengembangkan kemampuan berpikir komputasional, logis, sistematis, dan kreatif. Kemampuan tersebut berguna ketika siswa menghadapi masalah yang membutuhkan proses analisis dan pemecahan masalah.
Karena itu, guru memiliki peran penting dalam mengenalkan konsep coding sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Guru dapat mengarahkan siswa untuk memahami masalah terlebih dahulu sebelum mencari solusi menggunakan teknologi.
Guru juga dapat mengenalkan coding dan AI melalui aktivitas sederhana. Misalnya, guru dapat menggunakan latihan logika, permainan edukatif, atau proyek kecil yang sesuai dengan materi pembelajaran.
Dengan cara tersebut, siswa tidak hanya mengenal teknologi. Mereka juga belajar menyusun langkah, mencari kesalahan, dan memperbaiki solusi.
AI Mendukung Proses Pembelajaran
Selain coding, kecerdasan artifisial atau AI semakin dekat dengan kehidupan siswa. Berbagai teknologi berbasis AI dapat membantu proses belajar, tetapi penggunaannya tetap membutuhkan pendampingan guru.
Kemendikdasmen menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, etika, dan tanggung jawab ketika menggunakan AI. Teknologi seharusnya menjadi alat bantu pembelajaran, bukan menggantikan peran manusia dalam proses pendidikan.
Guru dapat menggunakan AI untuk membantu menyiapkan bahan pembelajaran, mencari ide aktivitas kelas, membuat contoh soal, atau mengembangkan materi sesuai dengan kebutuhan siswa.
Namun, guru tetap perlu memeriksa informasi yang dihasilkan AI. Siswa juga perlu memahami bahwa teknologi tidak selalu memberikan jawaban yang benar. Karena itu, mereka tetap perlu melakukan verifikasi.
Pemanfaatan coding dan AI dalam pendidikan juga membutuhkan pemahaman tentang etika. Guru perlu mengarahkan siswa agar menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dan tetap mengutamakan proses belajar.
Guru Berperan dalam Transformasi Pendidikan
Penguasaan coding dan AI tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknologi guru. Kompetensi tersebut juga berkaitan dengan perubahan cara belajar di sekolah.
Kemendikdasmen menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam mendorong proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Pendekatan tersebut mengajak siswa memahami materi, menghubungkannya dengan kehidupan, serta menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah.
Dalam kondisi tersebut, guru tetap menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Teknologi dapat membantu guru menyediakan pengalaman belajar yang lebih beragam. Namun, guru tetap menentukan tujuan, memberikan arahan, dan mendampingi siswa selama proses belajar.
Kemendikdasmen juga mendorong guru menerapkan hasil pelatihan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Dengan demikian, pemahaman tentang coding dan AI tidak berhenti pada teori, tetapi dapat mendukung kegiatan belajar siswa.
Pelatihan Coding dan AI Dapat Diikuti secara Fleksibel
Program Pelatihan Mandiri memberikan kesempatan kepada guru untuk belajar melalui Rumah Pendidikan. Guru dapat mempelajari materi, mengikuti latihan, melakukan refleksi, hingga mengerjakan post-test untuk mengukur pemahaman.
Sementara itu, Diklat Bauran memadukan kegiatan belajar mandiri dengan pembelajaran kolaboratif. Peserta mengikuti sejumlah tahapan yang mencakup pembelajaran, tugas, dan asesmen.
Model tersebut memberikan kesempatan bagi guru untuk belajar secara lebih fleksibel. Guru juga dapat mengembangkan pengetahuan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah.
Dengan perkembangan teknologi yang terus berlangsung, kemampuan coding dan AI menjadi salah satu bekal bagi guru untuk menghadapi perubahan pendidikan. Penguasaan teknologi juga perlu berjalan bersama kemampuan berpikir kritis dan pemahaman etika.
Melalui peningkatan kompetensi guru, teknologi dapat membantu proses pembelajaran secara tepat. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami, memanfaatkan, dan menggunakannya secara bertanggung jawab.




