Inovasi Anak Bangsa: Robot Pembersih Laut Berbasis AI Karya Mahasiswa Sukses Uji Coba di Selat Madura

SURABAYA, Harian Cakrawala— Masalah penumpukan sampah plastik di wilayah perairan Indonesia terus memantik kepedulian dari berbagai kalangan. Baru-baru ini, secercah harapan datang dari tim riset mahasiswa di Surabaya yang berhasil mengembangkan purwarupa robot pembersih laut otonom berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI).

Purwarupa yang diberi nama “NusaBot-1” ini baru saja menyelesaikan fase uji coba perdananya di kawasan perairan Selat Madura pada akhir pekan lalu. Hasilnya sangat menjanjikan, di mana robot ini mampu mengidentifikasi dan mengumpulkan sampah anorganik tanpa mengganggu ekosistem laut di sekitarnya.

Berbeda dengan kapal pembersih konvensional yang membutuhkan kendali manusia sepenuhnya, NusaBot-1 dirancang untuk beroperasi secara mandiri. Robot ini dilengkapi dengan kamera bawah air dan sensor ultrasonik yang terintegrasi dengan algoritma Machine Learning.

“Sistem AI yang kami tanamkan telah dilatih dengan ribuan gambar jenis-jenis sampah plastik laut. Dengan begitu, robot bisa membedakan mana yang merupakan sampah plastik, botol, atau jaring bekas, dan mana yang merupakan biota laut seperti ikan atau terumbu karang,” jelas ketua tim pengembang inovasi tersebut.

Jika sensor mendeteksi adanya biota laut di dekat tumpukan sampah, sistem navigasi secara otomatis akan mematikan daya hisap sementara atau membelokkan arah untuk mencegah satwa laut ikut terperangkap.

Dalam sekali operasi, NusaBot-1 mampu menampung hingga 50 kilogram sampah plastik sebelum harus kembali ke stasiun pangkalan (docking station) untuk proses pengosongan. Menariknya, robot ini mengusung konsep 100% energi terbarukan.

Bagian atas robot dilapisi oleh panel surya yang berfungsi mengisi daya baterai selama robot beroperasi di permukaan air pada siang hari. Desain yang ringkas dan efisiensi energi ini membuat biaya operasional NusaBot-1 jauh lebih murah dibandingkan mengerahkan tenaga manusia atau kapal besar.

Keberhasilan uji coba NusaBot-1 mendapat apresiasi dari berbagai pemerhati lingkungan dan instansi pemerintah daerah. Langkah selanjutnya yang akan ditempuh oleh tim riset adalah menyempurnakan material agar lebih tahan terhadap korosi air laut dalam jangka waktu panjang, serta mempresentasikan inovasi ini ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Diharapkan, inovasi karya anak bangsa ini dapat segera diproduksi massal dan disebar ke berbagai pelabuhan serta wilayah pesisir padat penduduk di seluruh Indonesia. Kehadiran teknologi seperti ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara sains, teknologi, dan kepedulian lingkungan dapat menciptakan solusi konkret bagi kelestarian laut Nusantara.

Pos terkait