Kepolisian Negara Republik Indonesia Dampingi Petani Jagung di Sumenep untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Harian Cakrawala – Peran aparat kepolisian dalam pembangunan desa terus diperkuat, tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga sektor strategis seperti ketahanan pangan. Di Kabupaten Sumenep, jajaran Polsek Gapura turun langsung mendampingi petani dalam budidaya jagung sebagai upaya meningkatkan produktivitas pangan lokal.

Penjabat Sementara (Ps) Kanit Binmas Polsek Gapura Aiptu Nur Yusuf bersama Koordinator Penyuluh (Korluh) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Gapura melakukan penanaman jagung varietas RK 457 di lahan milik warga, Aris Arianto, di Desa Braji, Kecamatan Gapura.

Kegiatan ini tidak sekadar simbolis, tetapi merupakan bagian dari pendampingan berkelanjutan untuk memastikan proses budidaya berjalan optimal, mulai dari penanaman hingga panen.

“Kami hadir untuk memberikan semangat kepada petani agar tetap menjaga kualitas hasil panen dan memanfaatkan sumber daya secara optimal,” ujar Nur Yusuf.

Selain melakukan penanaman, aparat kepolisian juga melakukan monitoring lahan serta berdialog langsung dengan petani guna mengidentifikasi kendala di lapangan. Pendekatan ini dinilai efektif dalam memperkuat sinergi antara aparat, penyuluh, dan masyarakat.

Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto melalui Kapolsek Gapura Iptu Suki menegaskan, keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional, khususnya swasembada pangan.

“Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendorong ketahanan pangan lokal sebagai bagian dari pembangunan desa yang berkelanjutan,” jelasnya, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, kegiatan pendampingan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala di desa-desa binaan, guna memastikan program pembangunan berjalan efektif sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Kehadiran aparat di lapangan juga mendapat respons positif dari masyarakat. Petani merasa terbantu, baik dari sisi pendampingan teknis maupun motivasi dalam meningkatkan hasil produksi.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi kolaboratif dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus mendukung visi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Sumber

Pos terkait