Zero Waste: Mahasiswi Undip Menyulap Kulit Durian Menjadi Kerupuk

Harian Cakrawala – Pada hari Minggu, 1 Februari 2025 bertempat di Kampung Siroto Rt01/Rw10, Kelurahan Gunungpati telah dilaksanakan kegiatan praktik pembuatan Kerupuk Kulit Durian yang diikuti oleh peserta ibu PKK Rt01/Rw10 Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat Kampung Siroto dalam memanfaatkan limbah kulit durian melalui inovasi pembuatan kerupuk kulit durian berbasis limbah, sebagai upaya mengurangi penumpukan limbah, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta mendorong pemanfaatan potensi lokal secara kreatif dan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan penjelasan materi oleh Fajriyah Nur Fafiah selaku mahasiswi KKN Tematik bahwa mengenai potensi limbah kulit durian, kandungan gizi yang terdapat di dalamnya, serta peluang pengembangan produk olahan berbasis limbah. Selanjutnya peserta diberikan penjelasan mengenai tahapan pengolahan kerupuk kulit durian, mulai dari proses pembersihan kulit durian, pengolahan bahan, hingga teknik pengeringan dan penggorengan yang tepat. Inovasi pengolahan kulit durian menjadi kerupuk serta manfaatnya dalam meningkatkan nilai tambah limbah pertanian dan pendapatan masyarakat.

Hal ini ditambahkan oleh Rina Muryani, S.Pt., M.Si., selaku dosen pendamping lapangan bahwa pemanfaatan kulit durian sebagai bahan baku kerupuk merupakan inovasi berbasis konsep zero waste yang bertujuan mengurangi limbah organik sekaligus menghasilkan produk pangan bernilai ekonomi. Kulit durian yang selama ini dianggap sebagai sampah diolah melalui proses pembersihan, perebusan, penghalusan, dan pencampuran dengan bahan pendukung seperti tepung tapioka dan bumbu, kemudian dikeringkan dan digoreng menjadi kerupuk. Proses pengolahan ini tidak hanya mengurangi volume limbah kulit durian, tetapi juga memanfaatkan kandungan serat kasar yang cukup tinggi sebagai nilai tambah produk pangan alternatif.

Produk kerupuk kulit durian memiliki potensi sebagai makanan ringan khas berbasis limbah pertanian yang ramah lingkungan dan mendukung ekonomi sirkular. Penerapan konsep zero waste memungkinkan seluruh bagian kulit durian dimanfaatkan tanpa menyisakan residu yang mencemari lingkungan, sehingga berkontribusi pada pengelolaan sampah organik rumah tangga dan peningkatan pendapatan masyarakat melalui diversifikasi produk olahan lokal

Peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi ini dan aktif berdiskusi serta mengajukan pertanyaan terkait proses pembuatan dan peluang pemasaran produk. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat termotivasi untuk mengolah kulit durian secara mandiri menjadi produk kerupuk yang sehat, bernilai jual, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh KKN Tematik 1 TIM 15 UNDIP Tahun 2026 sebagai upaya mendorong kreativitas masyarakat dalam pemanfaatan limbah lokal serta pengembangan produk pangan inovatif berbasis potensi daerah.

Pos terkait