Harian Cakrawala – JAKARTA SELATAN — SMK Dharma Karya Melawai, Jakarta Selatan, menyelenggarakan pelatihan dan pengujian keterampilan digital marketing bagi 46 siswa kelas XI pada 28–30 Oktober 2026. Kegiatan bertema “Ide Kreatif, Konten Aktif, Bisnis Produktif!” ini menghadirkan Ahmad Madani, praktisi pemasaran dan vokasi, sebagai narasumber sekaligus penguji.
Pelatihan dirancang untuk memperkuat kemampuan siswa dalam memahami peluang bisnis, menyusun strategi pemasaran, memproduksi konten digital, dan mengomunikasikan gagasan secara profesional. Berbeda dengan pembelajaran yang hanya menekankan penguasaan teori, kegiatan ini menggabungkan penjelasan materi dengan latihan kelompok, produksi konten, presentasi, dan asesmen keterampilan.
Selama tiga hari, peserta mempelajari delapan bidang utama digital marketing, yaitu ide bisnis, Business Model Canvas (BMC), Social Media Marketing, Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing dan Paid Advertising, Marketplace dan E-commerce Marketing, Content Marketing, serta Digital Marketing Analytics. Pembahasan mengenai iklan berbayar dan marketplace diberikan sebagai pengenalan, sementara porsi praktik lebih banyak diarahkan pada kreativitas bisnis, pembuatan konten, dan keterampilan komunikasi.
Kepala SMK Dharma Karya, Siti Afrida Sutriana, M.Pd., menegaskan pentingnya pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan dalam kegiatan nyata. Menurutnya, sekolah perlu terus mengembangkan proses pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus mendorong siswa menjadi pribadi kreatif, mandiri, dan percaya diri.
“Pembelajaran kejuruan tidak cukup hanya memberikan pengetahuan. Siswa juga perlu memperoleh kesempatan untuk mencoba, menyampaikan gagasan, dan membuktikan kemampuan melalui karya. Kami ingin keterampilan yang dipelajari di sekolah semakin dekat dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ujar Siti Afrida.
Guru pemasaran SMK Dharma Karya, Novalina Kusumastuti, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat pembelajaran pemasaran berbasis praktik. Siswa tidak hanya diajak memahami cara memasarkan produk, tetapi juga belajar mengenali kebutuhan konsumen, mengembangkan ide bisnis, menyusun pesan promosi, dan mengevaluasi strategi pemasaran.
“Anak-anak perlu memahami bahwa digital marketing bukan hanya membuat postingan media sosial. Ada proses berpikir, perencanaan, kreativitas, komunikasi, dan evaluasi yang harus dipahami. Melalui kegiatan ini, kami ingin mereka berlatih menerapkan seluruh proses tersebut,” jelas Novalina.
Ahmad Madani menyampaikan bahwa kemampuan menggunakan teknologi perlu diimbangi dengan pola pikir bisnis dan keterampilan komunikasi. Menurutnya, siswa SMK memiliki kesempatan untuk membangun kompetensi digital sejak sekolah, terutama apabila pengalaman belajar diarahkan pada penyelesaian masalah dan penciptaan karya.
“Anak-anak sekarang sudah sangat dekat dengan teknologi. Tantangannya adalah bagaimana kedekatan itu menjadi keterampilan produktif. Mereka perlu belajar memahami konsumen, menciptakan ide, membuat konten, dan berani menjelaskan manfaat produk kepada orang lain,” ungkap Madani.
Dalam pelaksanaannya, 46 siswa dibagi menjadi 15 kelompok untuk mengembangkan proyek bisnis sederhana. Setiap kelompok diarahkan menyusun BMC, menentukan target konsumen, merencanakan strategi pemasaran, dan membuat konten promosi. Pada tahap pengujian, siswa memperoleh kesempatan mempresentasikan ide bisnis serta menunjukkan kemampuan komunikasi secara individual.
Melalui kegiatan tersebut, SMK Dharma Karya menempatkan kreativitas, keterampilan digital, dan komunikasi sebagai kompetensi yang saling melengkapi. Ketiganya diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran lanjutan, praktik kerja, maupun mempersiapkan pilihan karier dan kewirausahaan setelah menyelesaikan pendidikan.





