Hujan Turunkan Titik Panas di Riau hingga Lebih dari 70 Persen

Istimewa

Harian Cakrawala – Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan laporan pemantauan BMKG Pekanbaru yang dirilis pada Senin (8/6/2026) pagi, jumlah hotspot turun dari 60 titik pada hari sebelumnya menjadi 18 titik atau berkurang lebih dari 70 persen.

Penurunan tersebut terjadi seiring meningkatnya potensi hujan di sejumlah wilayah Riau dalam beberapa hari terakhir.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Anggun R, mengatakan kondisi cuaca pada pagi hari didominasi udara kabur hingga cerah berawan.

Memasuki siang hingga sore hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Bengkalis, Pelalawan, dan Indragiri Hilir.

“Potensi hujan berlanjut pada malam hari dengan cakupan wilayah yang lebih luas. Hujan ringan hingga sedang diperkirakan mengguyur sebagian Kota Pekanbaru, Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Pelalawan, dan Indragiri Hilir,” ujar Anggun di Pekanbaru, Riau.

Pada dini hari, hujan masih berpotensi terjadi di Kota Dumai, Kota Pekanbaru, Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, dan Indragiri Hilir.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

“Kondisi tersebut berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Bengkalis, Rokan Hilir, Kampar, Indragiri Hilir, dan Kota Dumai pada malam hingga dini hari,” katanya.

Suhu udara di Riau diprakirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 36 kilometer per jam.

Sementara itu, tinggi gelombang laut di wilayah perairan Riau diprakirakan berada pada kategori rendah, yakni 0,5 hingga 1,25 meter.

“Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut di perairan Riau masih berada pada kategori rendah sehingga relatif aman bagi aktivitas pelayaran skala kecil,” jelas Anggun.

Selain di Riau, jumlah titik panas di Pulau Sumatra juga tercatat menurun. BMKG mendeteksi total 94 hotspot yang tersebar di sejumlah provinsi.

Sumatra Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 41 titik, disusul Aceh sebanyak 13 titik dan Lampung enam titik.

Di Riau, sebanyak 18 titik panas tersebar di lima kabupaten. Kabupaten Rokan Hulu menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 10 titik. Selanjutnya Kabupaten Siak tiga titik, Bengkalis dua titik, Indragiri Hulu dua titik, dan Pelalawan satu titik.

Penurunan jumlah titik panas ini diharapkan dapat membantu menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, terutama memasuki periode cuaca yang masih berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan.

SUMBER

Pos terkait