Harian Cakrawala — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengimbau WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini menyusul pencegatan drone milik milisi Houthi yang mengincar wilayah udara Makkah pada Selasa (15/9/2026).
Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan drone tersebut sebelum memasuki wilayah udara terlarang di Kota Suci Makkah.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan seluruh WNI di Arab Saudi dalam kondisi aman. Hingga kini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun cedera.
“Perwakilan RI di Arab Saudi terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi intensif dengan otoritas setempat,” ujar Heni dalam keterangan resmi, Rabu (16/9/2026).
Kemlu Minta WNI Ikuti Petunjuk Otoritas
Kemlu mengeluarkan imbauan kewaspadaan setelah ancaman keamanan memicu peringatan bahaya di sejumlah wilayah. Daerah tersebut meliputi Makkah, Jeddah, dan Taif.
Otoritas Arab Saudi sempat meminta masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah. Mereka juga mengimbau warga menghindari area terbuka demi menjaga keselamatan.
Perwakilan RI meminta WNI di Arab Saudi untuk terus mengikuti informasi dan petunjuk resmi dari otoritas setempat. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi perubahan situasi keamanan.
Drone Houthi Dicegat di Makkah
Juru Bicara Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, menjelaskan proses pencegatan drone tersebut.
“Pada Selasa malam, 15 September 2026, pukul 18.50 waktu setempat, Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone musuh yang diluncurkan oleh milisi Houthi teroris, sebelum memasuki wilayah udara terlarang di Kota Suci Makkah,” kata Al-Malki seperti dilaporkan kantor berita SPA.
Dinas Pertahanan Sipil Arab Saudi kemudian menyatakan situasi bahaya telah berakhir. Masyarakat juga sudah dapat kembali menjalankan aktivitas.
Meski demikian, Perwakilan RI tetap meminta WNI mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi. WNI juga perlu mematuhi arahan otoritas setempat jika terjadi keadaan darurat.
Hotline KBRI dan KJRI
Dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi perwakilan RI melalui hotline berikut:
- KBRI Riyadh: +966 569173990
- KJRI Jeddah: +966 50 360 9667





