Menkomdigi Pastikan Koordinasi Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Terus Dilakukan

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid memastikan koordinasi pencarian terhadap jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus dilakukan. Hingga Senin (14/9/2026), upaya pencarian telah memasuki hari ketujuh. (Foto: Bismo Agung/InfoPublik-IGID)

Harian Cakrawala – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid memastikan koordinasi pencarian terhadap jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus dilakukan. Hingga Senin (14/9/2026), upaya pencarian telah memasuki hari ketujuh.

Meutya Hafid menyampaikan keprihatinan sekaligus doa bagi para jurnalis yang hingga kini belum ditemukan. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk mendukung proses pencarian di lapangan.

“Terakhir yang tentang kawan-kawan kita, sekali lagi kami mengucap doa untuk rekan-rekan jurnalis yang memang tengah hari ke-7 dan kami sudah menugaskan kemarin Wamen Komdigi Pak Nezar untuk dari dekat mengawal karena beliau kebetulan juga kenal dengan baik dengan salah satu dari jurnalis, juga berkomunikasi dengan keluarga, mengecek titik koordinat terakhir dan lain-lain,” kata Meutya Hafid dalam Konferensi Pers Progres Implementasi PP Tunas di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Menurut Meutya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria telah ditugaskan untuk mengawal perkembangan pencarian secara langsung. Selain berkoordinasi dengan pihak terkait, Nezar juga berkomunikasi dengan keluarga salah satu jurnalis serta memantau informasi mengenai titik koordinat terakhir rombongan.

“Namun sampai hari ini tentu kita tetap berusaha, kami terus berkomunikasi dengan Basarnas dan kemudian mudah-mudahan kita terus berdoa teman-teman sambil kami terus melakukan koordinasi di lapangan,” ujar Meutya.

Hilang Kontak Saat Meliput Erupsi Anak Krakatau

Lima jurnalis bersama tiga orang lainnya dilaporkan hilang kontak saat melakukan perjalanan menggunakan speedboat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas erupsi. Rombongan tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kontak terakhir dengan rombongan dilaporkan terjadi pada sore hari yang sama. Basarnas kemudian menerima laporan mengenai hilangnya kontak dengan rombongan pada Selasa (8/9/2026) dan mengerahkan unsur SAR gabungan untuk melakukan pencarian.

Rombongan tersebut terdiri atas lima jurnalis serta tiga orang lainnya yang berada di kapal. Kelima jurnalis yang dilaporkan hilang yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta jurnalis lepas Donal Husni.

Operasi pencarian kemudian diperluas oleh Tim SAR Gabungan dengan mengerahkan berbagai unsur dan armada. Basarnas juga mengoptimalkan berbagai kekuatan untuk menemukan seluruh rombongan yang hilang kontak.

Gunung Anak Krakatau sendiri mengalami peningkatan aktivitas vulkanik pada awal September 2026. Erupsi yang berlangsung pada 4 September menyebabkan penyebaran abu vulkanik dan berdampak terhadap sejumlah aktivitas transportasi udara di wilayah sekitar.

Di tengah proses pencarian tersebut, Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya membantu pencarian dan memastikan koordinasi dengan Basarnas tetap berjalan. “Terima kasih,” kata Meutya.

Kemkomdigi sebelumnya juga turut mendukung pencarian dengan memanfaatkan jaringan operator seluler dan sistem pemantauan frekuensi untuk melacak sinyal perangkat komunikasi milik rombongan yang hilang. Informasi mengenai jejak sinyal tersebut kemudian diteruskan untuk mendukung operasi Tim SAR Gabungan.

Sumber 

Pos terkait