Wamen Komdigi: Film Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal

Wamenkomdigi Nezar Patria saat menerima audiensi Indonesian Institute of Journalism (IIJ) bersama tim produksi film

Harian Cakrawala – Film dapat menjadi medium literasi digital untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya pinjol ilegal. Film juga dapat menggambarkan dampak pinjaman online ilegal terhadap korban, keluarga, dan lingkungan sosial.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, cerita audiovisual dapat membantu masyarakat memahami proses seseorang terjerat pinjol ilegal. Film juga dapat menunjukkan berbagai tekanan yang muncul setelah seseorang menggunakan layanan pinjaman ilegal.

“Masyarakat bisa melihat bagaimana seseorang masuk ke dalam masalah, bagaimana tekanan berkembang, dan bagaimana dampaknya ikut dirasakan keluarga serta orang-orang di sekitarnya,” ujar Nezar saat menerima audiensi Indonesian Institute of Journalism (IIJ) bersama tim produksi film Menang untuk Kalah di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026).

Film Edukasi Bahaya Pinjol Ilegal

Menurut Nezar, film dapat membantu masyarakat memahami bahwa korban pinjol ilegal tidak selalu meminjam uang untuk kebutuhan konsumtif. Kondisi darurat dan tekanan ekonomi juga dapat membuat seseorang mengambil keputusan dalam situasi sulit.

Nezar mengapresiasi tim produksi film Menang untuk Kalah yang mengangkat persoalan pinjol ilegal melalui drama kehidupan sebuah keluarga. Menurutnya, sudut pandang keluarga penting karena pelaku pinjol ilegal dapat memanfaatkan data pribadi dan profiling untuk menekan korban.

Tekanan akibat pinjol ilegal tidak hanya dirasakan oleh peminjam. Dampaknya juga dapat meluas kepada keluarga, teman, dan lingkungan sosial.

“Para korban pinjol ilegal harus menerima tekanan psikologis yang besar dan tagihan dengan bunga tinggi, bahkan sampai dipermalukan di lingkungannya,” kata Nezar.

Film Jadi Bagian Literasi Digital

Wamenkomdigi menilai film Menang untuk Kalah berpotensi menjadi bagian dari kegiatan literasi digital. Selain itu, masyarakat dapat mengikuti diskusi setelah pemutaran film untuk membahas bahaya pinjol ilegal, keamanan data pribadi, dan literasi keuangan.

Kegiatan tersebut dapat berlangsung di kampus, komunitas, maupun ruang publik. Dengan cara ini, masyarakat dapat melanjutkan pesan dalam film melalui diskusi dan edukasi.

Masyarakat juga dapat memperoleh pemahaman tentang cara menjaga keamanan data pribadi. Selain itu, masyarakat perlu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.

“Dengan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat, pesan literasi digital dapat lebih mudah dipahami dan didiskusikan,” ujar Nezar.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, industri kreatif, media, komunitas, dan pelaku ekosistem digital dapat memperluas edukasi mengenai risiko pinjol ilegal.

Film Menang untuk Kalah Tayang November 2026

Film Menang untuk Kalah akan tayang di bioskop pada 14 November 2026. Surya Saputra dan Lulu Tobing membintangi film tersebut.

Film ini juga melibatkan Jujur Prananto sebagai penulis naskah dan Hasto Broto sebagai sutradara. Melalui cerita keluarga yang menghadapi persoalan pinjol ilegal, film tersebut dapat mengedukasi masyarakat tentang bahaya pinjol ilegal.

Sumber

Pos terkait