Harian Cakrawala – Di tengah derasnya perkembangan teknologi terkini, guru Taman Kanak-Kanak dituntut tidak hanya menguasai metode mengajar, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan efisien.
Menyikapi kebutuhan tersebut, sebanyak 120 guru TK di Kota Surabaya mengikuti workshop “AI Bagimu Guru: Learning AI is Fun” pada Rabu, 5 Agustus 2026 di Hall IT Maspion Square Surabaya.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Maspion IT Maspion Square, IGTKI Surabaya, dan Program Studi Sistem Informasi Universitas Surabaya (Ubaya). Workshop ini menjadi salah satu langkah konkret untuk membekali guru PAUD dengan literasi digital dan kompetensi AI agar siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Sebagai narasumber utama workshop ini, Muhammad Pramadita Wirawan, S.Kom., M.Kom, dosen Program Studi Sistem Informasi Ubaya, menyampaikan materi secara sistematis. Pada sesi awal, ia menjelaskan prinsip-prinsip dasar penggunaan AI, cara kerja AI, serta etika yang harus dijaga dalam pemanfaatannya di dunia pendidikan.

“Guru harus memahami bahwa AI adalah alat bantu. Ada prinsip yang harus diterapkan agar penggunaannya optimal dan sehat. Kita tidak boleh sepenuhnya menyerahkan proses berpikir kepada teknologi, tetapi menjadikannya mitra untuk meringankan tugas guru,” jelas Pramadita.
Memasuki sesi praktik, antusiasme peserta semakin tinggi. Para guru TK diajak langsung mencoba berbagai tools AI untuk membuat media pengajaran. Mereka belajar membuat video animasi pembelajaran, menghasilkan gambar ilustrasi untuk dongeng, hingga membuat lagu edukatif dengan bantuan AI.
Banyak peserta mengaku ini pertama kalinya mereka memahami cara kerja AI secara sederhana. Sesi praktik membuat media ajar menjadi bagian yang paling diminati, karena hasilnya bisa langsung diterapkan di kelas keesokan harinya.
“Biasanya membuat media visual butuh waktu lama. Dengan AI, dalam 15 menit kita sudah punya gambar dan video yang menarik. Anak-anak pasti lebih semangat,” kata salah satu guru peserta.
Pimpinan Maspion IT, Ir. Okky Tri Hutomo, M.IT. dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk mendukung dunia pendidikan. Menurutnya, penguasaan teknologi digital dan AI sudah menjadi keniscayaan.
“Penguasaan AI, data, dan teknologi digital menjadi keniscayaan pada era Revolusi Industri 4.0 dan 5.0. Melalui Maspion IT, kami ingin membuka akses seluas-luasnya agar guru dan masyarakat bisa merasakan manfaat teknologi secara langsung,” ucapnya.
Dihubungi terpisah, Dr. Muhammad Farid Naufal selaku Ketua Ubaya AI Center menyampaikan bahwa workshop ini sangat relevan. Ia menekankan bahwa AI dapat membantu guru dalam penyusunan materi ajar, pembuatan soal, hingga memberikan umpan balik pembelajaran secara lebih efektif.
“Yang terpenting adalah memulai dari langkah kecil dan langsung menerapkannya di kelas. Teknologi harus memperkuat peran guru, bukan menggantikannya. Guru tetap menjadi pusat dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter anak,” ujarnya.
Kali ini kegiatan yang diprakarsai IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak Kanak) Kota Surabaya khusus untuk guru-guru TK dari Kecamatan Rungkut, Bendul Merisi, dan Wonocolo. Ke depan akan dilaksanakan kegiatan serupa untuk kecamatan lain di Surabaya.
Melalui workshop ini, penyelenggara berharap akan muncul inovasi pembelajaran berbasis AI di sekolah-sekolah TK. Tujuannya adalah agar anak usia dini mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Kegiatan ini juga selaras dengan visi Ubaya AI Center, yaitu menghasilkan produk, menjadi pusat riset, serta meningkatkan kapasitas SDM di bidang AI yang berdampak nyata bagi akademik, industri, dan masyarakat.Dengan semangat “Learning AI is Fun”, para guru diajak untuk tidak takut pada teknologi. Sebaliknya, AI dijadikan sahabat untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna bagi generasi masa depan Surabaya. (*)





