Tim Dosen Agribisnis UPN Veteran Jawa Timur Kembangkan Asisten Keuangan Berbasis AI untuk Kelompok Tani dan UMKM

Sumber: Dokumentasi pribadi – Tampilan aplikasi AK-Usaha

Harian Cakrawala – SURABAYA– Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin banyak diadopsi dalam berbagai sektor, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan kelompok tani (poktan). Namun, pemanfaatannya tidak selalu harus berupa sistem yang kompleks. 4 Tim dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UPN Veteran Jawa Timur yang terdiri dari Dr. Akbar Haripura S.T., S.Agr., M.Agr, Annisa Vira Widayanti, SP., MP. , Intan Mega maharani, SP., MP. dan M.Ghufron Chakim, SP., MP. memilih mengembangan dan memanfaatkan AI sebagai asisten analisis keuangan yang membantu pelaku usaha memahami kondisi usahanya berdasarkan data yang mereka miliki.

Inovasi tersebut diperkenalkan kepada anggota Kelompok Tani Barokah, Surabaya Barat, melalui aplikasi AK USAHA yang dikembangkan sebagai platform pencatatan dan analisis keuangan berbasis web. Berbeda dengan aplikasi pembukuan yang umumnya berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi, AK USAHA dirancang untuk mengubah data keuangan menjadi informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Pengguna mencatat pendapatan, pengeluaran, biaya produksi, dan hasil penjualan seperti pada aplikasi pembukuan pada umumnya. Setelah data tersimpan, sistem secara otomatis menghitung harga pokok produksi (HPP), Break Even Point (BEP), profitabilitas, serta menghasilkan laporan keuangan. Yang menjadi pembeda adalah hadirnya AI Financial Assistant, fitur yang menganalisis data tersebut untuk memberikan umpan balik dan rekomendasi mengenai kondisi usaha pengguna. Fitur-fitur tersebut merupakan bagian dari sistem AK USAHA sebagaimana dijelaskan dalam modul pelatihan.

Kami melihat banyak pelaku usaha sudah memiliki data, tetapi belum mampu mengubah data menjadi dasar pengambilan keputusan. Karena itu AI kami tempatkan sebagai asisten analisis, bukan sebagai pengambil keputusan,” kata Dr. Akbar Haripura S.T., S.Agr., M.Agr selaku Ketua Tim Pengembang.

Menurutnya, rekomendasi yang diberikan AI tidak dimaksudkan menggantikan pengalaman pelaku usaha. Sistem hanya membaca pola dari data yang dimasukkan pengguna, kemudian menyajikan evaluasi dan alternatif yang dapat dipertimbangkan.

Pendekatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam pelatihan yang berlangsung pada 28 Juni 2026. Seluruh peserta memperoleh modul penggunaan aplikasi yang menekankan prinsip responsible AI, yakni AI digunakan sebagai alat bantu yang harus dibaca secara kritis dengan mempertimbangkan kondisi pasar, pengalaman usaha, serta faktor-faktor lain yang tidak seluruhnya dapat diproses oleh sistem.

Kalau sebelumnya kami hanya melihat angka pemasukan dan pengeluaran, sekarang ada penjelasan mengenai kondisi usaha kami. Tapi kami juga diingatkan bahwa keputusan akhirnya tetap harus dibuat oleh kami sendiri,” kata salah satu anggota Kelompok Tani Barokah.

Bagi tim pengembang, tantangan berikutnya bukan lagi memperkenalkan AI kepada UMKM dan kelompok tani, melainkan memastikan teknologi tersebut hadir dalam bentuk yang mudah dipahami, mudah diakses, dan mampu memperkuat kapasitas pelaku usaha dalam mengambil keputusan berbasis data.

 

Penulis : Annisa Vira

Pos terkait