Harian Cakrawala – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, mengapresiasi penerapan konsep sportainment Festival Mbois 11 di Malang, Jawa Timur. Ajang ini dinilai sukses memadukan kegiatan olahraga dan hiburan secara kreatif.
Festival yang berlangsung di Stadion Gajayana tersebut menghadirkan beragam cabang olahraga unik. Beberapa di antaranya meliputi tinju amatir, panahan tradisional jemparingan, hingga kompetisi e-sport.
Menpora Erick menegaskan bahwa kegiatan berbasis komunitas ini membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Kemitraan yang kuat antara pemerintah daerah, komunitas, dan organisasi olahraga menjadi kunci keberlanjutan acara.
“Saya sangat mendukung kolaborasi ini. Pemerintah kota, komunitas kreatif, hingga organisasi cabang olahraga harus berjalan beriringan,” ujar Menpora Erick, Senin (24/8/2026).
Selain menjadi sarana hiburan, Menpora meluruskan pandangan lama yang menganggap olahraga hanya menghabiskan anggaran. Menurutnya, acara olahraga berskala komunitas justru mampu memutar roda perekonomian lokal.
Perputaran ekonomi tersebut tercipta melalui penjualan tiket, konsumsi warga, keterlibatan UMKM, hingga penerimaan pajak daerah.
“Olahraga bukan lagi sekadar biaya, melainkan sebuah investasi nyata yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegas Menpora.
Di samping potensi ekonomi, Erick menekankan pentingnya olahraga bagi kebugaran fisik masyarakat. Pasalnya, saat ini Indonesia memiliki sekitar 125 juta penduduk yang berusia di bawah 30 tahun.
Oleh karena itu, kebiasaan hidup sehat perlu dibangun sejak dini. Langkah ini penting guna menekan biaya pemeliharaan kesehatan ketika generasi muda memasuki usia lanjut.
Pada saat yang sama, prestasi atlet di kancah dunia juga berperan memperkuat identitas serta kebanggaan nasional. Melalui kolaborasi seluruh pihak, pengembangan olahraga diharapkan mampu mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing global.




