Guru Seni Budaya dan Prakarya Kabupaten Mimika Perkuat Kompetensi melalui Pelatihan Bersama Dosen UNJ

Harian Cakrawala – MIMIKA, 3 September 2026 — Sebanyak 40 guru Seni Budaya dan Prakarya di Kabupaten Mimika mengikuti kegiatan Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya dan Prakarya. Kegiatan berlangsung selama empat hari, 31 Agustus hingga 3 September 2026, bertempat di SMP Negeri 5 Mimika.

Mengusung tema “Penguatan Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya yang Inovatif, Adaptif, Terpadu, Berbasis Kearifan Lokal dan Teknologi”, kegiatan ini menghadirkan dua dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), yakni Ojang Cahyadi, S.Sn., M.Pd. dan Riswano, M.Pd., Gr., sebagai narasumber.

Kegiatan dirancang tidak hanya dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga melalui diskusi, praktik kelompok, workshop, refleksi pembelajaran, serta penyusunan rencana tindak lanjut. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan gagasan pembelajaran yang dapat diterapkan sesuai karakteristik peserta didik dan lingkungan sekolah.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan penguatan mengenai perencanaan pembelajaran inovatif dan adaptif serta eksplorasi Art and Culture Indonesia. Guru juga mengikuti workshop perencanaan pembelajaran kontekstual dengan mengembangkan ide pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya yang inovatif dan berbasis budaya.

Memasuki hari kedua, pelatihan diarahkan pada penguatan konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), keterpaduan berbagai cabang seni, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran. Peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga mempraktikkan pemanfaatan AI untuk mengembangkan media, asesmen, rubrik, dan evaluasi pembelajaran.

“Penguatan kompetensi guru menjadi penting agar pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna, kreatif, dan relevan dengan kehidupan peserta didik,” menjadi salah satu semangat utama dalam kegiatan tersebut.

Hari ketiga difokuskan pada eksplorasi kearifan lokal Kabupaten Mimika. Para guru mengidentifikasi berbagai potensi lokal, mulai dari seni, budaya, tradisi, cerita, pangan, hingga potensi daerah yang dapat dikembangkan sebagai sumber belajar.

Peserta kemudian menyusun konsep pertunjukan seni terpadu berbasis kearifan lokal yang mengintegrasikan unsur tari, musik, seni rupa, teater, kostum, dan properti. Selain itu, peserta juga mengikuti workshop perencanaan pembuatan olahan makanan lokal Kabupaten Mimika, mulai dari menentukan bahan, alat, teknik pengolahan hingga penyajian.

Puncak kegiatan berlangsung pada Kamis, 3 September 2026. Para peserta mempraktikkan pembuatan olahan makanan lokal yang telah direncanakan dalam kelompok. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan produk sekaligus menjelaskan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan seni terpadu berbasis kearifan lokal sebagai bentuk implementasi hasil pelatihan. Melalui kegiatan praktik tersebut, guru memperoleh pengalaman langsung dalam mengembangkan pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi, kreativitas, budaya lokal, dan teknologi.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. MGMP Seni Budaya dan Prakarya Kabupaten Mimika telah merencanakan sejumlah tindak lanjut, antara lain mendorong guru menerapkan hasil pelatihan di sekolah masing-masing, mengembangkan dan berbagi perangkat pembelajaran melalui forum MGMP, melakukan refleksi secara berkala, serta mendokumentasikan praktik baik pembelajaran berbasis konteks lokal Kabupaten Mimika.

Kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, MGMP Seni Budaya dan Prakarya, serta Universitas Negeri Jakarta tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat profesionalisme guru sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran di satuan pendidikan.

Melalui penguatan kompetensi, pemanfaatan teknologi, pembelajaran mendalam, serta pengintegrasian kearifan lokal, guru Seni Budaya dan Prakarya di Kabupaten Mimika diharapkan semakin mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, kontekstual, dan bermakna bagi peserta didik.

Pos terkait