Harian Cakrawala – SOLOK — Tim Dosen Departemen Ilmu Agama Islam (IAI) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) untuk memperkuat ekosistem pariwisata halal di Kanagarian Alahan Panjang Barat, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, pada Jumat (21/8/2026). Program ini difokuskan pada pemberian solusi konkret berupa edukasi dan pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM kuliner lokal.
Langkah pemberdayaan ini sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin ke-8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, serta poin ke-12 terkait konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Terlebih lagi, pertumbuhan pariwisata di Alahan Panjang terus meningkat setiap tahun.

Ketua Tim PKM, Dhita Ayomi Purwaningtyas, S.Ag., M.Si., menjelaskan bahwa legalitas dan jaminan halal pada produk kuliner merupakan pilar penting dalam membangun rasa aman dan kepercayaan wisatawan. Alahan Panjang yang menjadi salah satu destinasi wisata populer bagi wisatawan domestik yang mayoritas Muslim.
“Pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi serta mendampingi pelaku UMKM secara langsung terkait alur sertifikasi halal. Kami juga mendorong pemerintah nagari untuk melahirkan kebijakan pendukung agar tercipta iklim usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan,” ujar Dhita.
Kepala Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) UPT Halal UNP, Edi Saputra, S.Pd., M.Pd., yang hadir sebagai narasumber, memaparkan solusi teknis melalui skema self-declare. Pelaku usaha dibimbing untuk memahami titik kritis kehalalan, mulai dari pemilihan bahan baku bebas kontaminasi, standar kebersihan (thayyib), higienitas alat produksi, hingga tata cara pengajuan dokumen digital ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
“Sertifikasi halal bukan sekadar urusan administrasi, melainkan standar mutu keamanan pangan yang memperluas akses pasar. Dengan proyeksi pasar wisata halal dunia yang terus tumbuh, UMKM desa wisata harus siap mengambil peluang tersebut,” papar Edi dalam sesi yang dimoderatori oleh Dr. Sulaiman, S.Pd.I., M.Pd.
Dukungan penuh datang dari Pelaksana Tugas (Plt) Wali Nagari Alahan Panjang Barat, Yuni Ermawati, S.Sos. Ia menilai pendampingan akademisi UNP ini menjawab kebutuhan nagari yang tengah mematangkan konsep destinasi wisata halal.
Di lapangan, kegiatan ini sekaligus memetakan kendala riil rantai pasok lokal. Linda Yani, salah satu pelaku UMKM setempat, menuturkan bahwa para pedagang sering terkendala menemukan pemasok daging unggas yang telah bersertifikat Juru Sembelih Halal (Juleha). Merespons temuan tersebut, tim pengabdian merencanakan pelatihan lanjutan terkait standarisasi penyembelihan halal guna menuntaskan kendala pasokan dari hulu ke hilir.
Kepala Departemen IAI FIS UNP, Prof. Dr. H. Alfurqan, S.Ag., M.Ag., menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, dan pelaku usaha lokal ini merupakan wujud nyata integrasi tridarma perguruan tinggi yang berdampak langsung bagi peningkatan ekonomi masyarakat daerah





