Universitas Negeri Padang Dampingi Pelaku Usaha Alahan Panjang Barat Bangun Wisata Halal Berbasis Komunitas

Harian Cakrawala – KABUPATEN SOLOK – Untuk menjawab kendala pengelolaan potensi wisata lokal yang belum terintegrasi, tim dosen Departemen Ilmu Agama Islam Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (IAI FIS UNP) memberikan pendampingan intensif kepada masyarakat Nagari Alahan Panjang Barat, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, pada Jumat (21/8/2026). Pelatihan dan penguatan ekosistem wisata halal berbasis komunitas tersebut dipusatkan di Aula Kantor Camat Lembah Gumanti dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Lembah Gumanti, Mukhrialdi, S.Pt., yang hadir mewakili Camat Lembah Gumanti, Andi Sofiani, S.Sos.

Dalam sambutannya, Mukhrialdi menyampaikan apresiasi mendalam atas terlaksananya kegiatan tersebut. Pihaknya sangat berharap sektor pariwisata di Alahan Panjang dapat berkembang pesat dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pengembangan wisata tidak hanya berorientasi pada pencapaian keuntungan materi semata, melainkan juga harus membawa keberkahan bagi nagari.

“Kemajuan wisata perlu diiringi dengan keberkahan, salah satunya melalui sertifikasi atau label halal pada setiap produk UMKM di Alahan Panjang. Selain itu, penginapan dan homestay hendaknya menerapkan prinsip syariah, termasuk ketegasan untuk tidak menerima pasangan yang tidak halal (bukan mahram), karena hal itu pada akhirnya justru merugikan masyarakat Alahan Panjang sendiri,” tutur Mukhrialdi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan terima kasih atas kepedulian akademisi UNP melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Mukhrialdi menegaskan bahwa Universitas Negeri Padang merupakan mitra strategis bagi pemerintah kecamatan dan nagari dalam mendorong kemajuan serta penataan pariwisata di kawasan Alahan Panjang.

Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Alfurqan, S.Ag., M.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi solusi karena belum adanya standar layanan baku pada puluhan penginapan dan unit usaha kuliner masyarakat di kawasan wisata Danau Kembar dan sekitarnya. Padahal, potensi agrowisata dan karakter religius masyarakat setempat merupakan modal strategis bagi pertumbuhan ekonomi nagari.

“Fokus kami adalah menghadirkan solusi bagi warga dalam aspek standardisasi layanan yang ramah Muslim. Konsep wisata halal yang kami dorong bersifat universal, yakni peningkatan mutu fasilitas, kebersihan, kepastian arah kiblat, kelayakan sanitasi, serta jaminan kehalalan produk konsumsi agar ekonomi berputar langsung di tingkat warga,” tutur Prof. Alfurqan.

Hadir sebagai narasumber, Dr. Al-Ikhlas, Lc., M.A., yang dipandu oleh moderator Dr. Halomoan, M.Pd., menjabarkan teknis pengelolaan homestay dan usaha boga berbasis prinsip kebersihan serta etika pelayanan khas Minangkabau seperti Kato Nan Ampek dan Sumbang Duo Baleh. Wisata halal ditekankan sebagai pemenuhan kebutuhan dasar wisatawan (dharuriyyat) dan kemudahan fasilitas (hajiyyat) tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal. Acara ini diikuti dengan antusias oleh peserta yang terdiri atas pemilik penginapan lokal dan penggerak Pokdarwis.

Pos terkait